JP Bogor – Buat kamu yang mengeluti atau memiliki ketertarikan dengan dunia jurnalisme, kamu pasti pernah mendengar sekilas tentang Pulitzer Prize atau Penghargaan Pulitzer. Menjadi salah satu penghargaan seni paling bergengsi, Pulitzer tidak hanya fokus mengapresiasi karya jurnalistik secara khusus. Novel, puisi, musik, foto, ikut termasuk dalam penganugerahan penghargaan satu ini.
Merujuk dari situs resmi pulitzer.org, sejarah berawalnya penghargaan ini berasal dari wasiat bapak jurnalisme Amerika, Joseph Pulitzer. Wasiat Pulitzer di tahun 1904 itu berisi amanatnya untuk mendorong keunggulan jurnalisme, sastra, dan pendidikan.
Meskipun telah diwasiatkan sejak tahun 1904, penghargaan Pulitzer Prize baru pertama kali diadakan pada tahun 1917. Pada pelaksanaan perdananya, penghargaan ini mencakup 10 kategori, terdiri dari 4 kategori untuk jurnalisme, 4 untuk sastra dan drama, 1 untuk pendidikan, serta 5 untuk beasiswa perjalanan. Setiap kategori menerima hadiah uang tunai yang berkisar antara 500 hingga 2.000 dolar AS. Namun, khusus untuk surat kabar yang memenangkan kategori Pelayanan Publik, penghargaan yang diberikan berupa medali perak berlapis emas.
Seiring berjalannya waktu, Pulitzer Prize mengalami berbagai perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Awalnya, kategori musik belum termasuk dalam penghargaan ini hingga akhirnya ditambahkan pada tahun 1943. Sementara itu, kategori memoar dan fotografi baru diperkenalkan sekitar tahun 1980-an dan 1990-an.
Perkembangan teknologi lambat laun mengalihfungsikan jurnalisme tradisional menuju jurnalisme digital. Perubahan besar terjadi pada tahun 1997, ketika aturan terkait jurnalisme digital mulai diperlonggar. Awalnya, tidak semua produk digital diakui, tetapi pada tahun 2016, Pulitzer Prize secara resmi menerima semua jenis karya jurnalistik, baik cetak maupun digital.
Kategori musik juga mengalami transformasi signifikan. Setelah dibuka pada tahun 1943, genre musik yang diizinkan dalam penghargaan ini masih terbatas pada musik yang biasa ditampilkan di opera atau teater. Baru pada tahun 1998, cakupannya diperluas untuk mengakomodasi genre yang lebih beragam. Perubahan besar lainnya terjadi pada tahun 2018, ketika Kendrick Lamar menjadi artis hip-hop pertama yang memenangkan Pulitzer Prize dalam kategori musik.
Meskipun diakui sebagai salah satu ajang penghargaan bergengsi di Amerika Serikat, Pulitzer Prize tidak lepas dari kritik tajam karena beberapa keputusan yang dipilih oleh dewan mereka sendiri
Salah satu sorotan utama adalah dominasi surat kabar besar seperti The New York Times, The Wall Street Journal, dan The Washington Post. Selain itu, beberapa keputusan dewan juri juga kerap menuai kontroversi. Salah satu contohnya adalah kegagalan Ernest Hemingway memenangkan penghargaan untuk novelnya For Whom the Bell Tolls pada tahun 1941. Namun, akhirnya ia berhasil meraih Pulitzer Prize pada tahun 1953 berkat karyanya yang terkenal, The Old Man and the Sea.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah