Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kenali 5 Istilah Demografi Anime dan Manga Berdasarkan Usia Pembaca

Abdul Hamid Dhaifullah • Rabu, 26 Februari 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi anime
Ilustrasi anime

JP Bogor - Tidak hanya program televisi atau film layar lebar yang memiliki batasan usia untuk penonton, semua jenis buku yang diterbitkan juga memiliki klasifikasi yang berbeda-beda untuk setiap pembaca. Anime dan komik Jepang, atau manga, juga termasuk di dalamnya.

Bagi mereka yang telah lama menggemari budaya Jepang, klasifikasi demografi menggunakan istilah Jepang sudah akrab di telinga dan mata mereka. Namun, bagi mereka yang baru mulai tertarik dengan budaya Jepang, istilah-istilah ini terkadang menimbulkan kebingungan.

Mengutip dari situs cbr.com dan tvtropes.org, berikut adalah 5 istilah Jepang untuk mengelompokkan penggemar anime dan manga berdasarkan usia mereka.

1. Kodomomuke

Pertama ada kodomomuke. Kodomomuke sesuai dengan artinya 'ditujukan untuk anak-anak' merupakan istilah demografi yang menargetkan anak-anak di bawah umur 12 tahun sebagai penggemar utama.

Anime dan manga terkenal seperti Doraemon merupakan salah satu contoh dari kodomomuke. Judul lain seperti Pokemon, Digimon, dan Beyblade termasuk ke dalam anime dan manga demografi kodomomuke.

2. Shounen

Shounen merujuk kepada demografi anime dan manga untuk anak berumur 12-18 tahun. Biasanya shounen ditujukan untuk anak laki-laki sehingga sering kita temui anime shounen menyuguhkan cerita yang penuh dengan aksi.

One Piece, Naruto, Bleach, dan Dragon Ball merupakan beberapa judul anime sekaligus manga yang paling terkenal dan menggambarkan demografi satu ini. Tapi, ada juga beberapa judul seperti Your Lie in April dan A Silent Voice yang mengangkat tema roman berbeda dengan judul-judul sebelumnya.

3. Shoujo

Jika shounen ditujukan untuk anak laki-laki, maka anime shoujo ditujukan untuk anak perempuan. Cerita-cerita demografi shoujo biasanya membahas kisah romansa anak perempuan.

Beberapa judul anime dan manga yang paling terkenal dari demografi ini di antaranya Blue Spring Ride, Orange, dan Nana. Namun, ada juga judul lain dengan tema yang cukup berbeda padahal berasal dari demografi yang sama, yaitu Fragments of Horror dan Tomie karya seniman horror senior Junji Itou.

4. Seinen

Ketika seseorang sudah berumur lebih dari 18 tahun, mereka sudah masuk ke dalam kategori demografi seinen. Demografi ini ditujukan untuk para penggemar anime dan manga yang sudah berumur 18 sampai dengan 40 tahun.

Sesuai dengan umur yang menjadi target, anime dan manga yang ditampilkan pun mengangkat tema yang cukup dewasa. Tokyo Ghoul dan Monster adalah dua judul yang menggambarkan demografi ini. Contoh lain yang cukup berbeda, yaitu One Punch Man dengan unsur komedi dan Kaguya-sama: Love is War dengan unsur roma.

5. Josei

Serupa dengan seinen, tapi dikhususkan untuk para perempuan dewasa. Tak banyak anime dan manga dengan demografi josei ini, tapi beberapa di antaranya adalah Bunny Drop Chihayafuru, Paradise Kiss, dan Kids on the Slope.

Baca Juga: Inilah 3 Anime Peraih Piala Oscar, Termasuk Karya Studio Ghibli

Editor : Candra Mega Sari
#demografi #manga #jepang #anime