Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Kujang, Senjata Tradisional yang Menempati Posisi Istimewa Dalam Kehidupan Masyarakat Sunda

Fabian Nathaniel Putra Adya • Rabu, 20 November 2024 | 16:52 WIB

Kujang
Kujang

JP Bogor - Kujang merupakan salah satu alat pertanian sekaligus senjata tradisional yang tercatat dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Naskah ini dibuat oleh pemimpin Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi, sebagai pedoman hidup bagi masyarakat Sunda.

Naskah Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian memuat arahan moral, budaya, adat istiadat, dan kesenian khas Sunda Pajajaran. Di dalamnya, kujang disebut sebagai alat pertanian yang penting.

Kujang dipahami sebagai pusaka yang diyakini mengandung kekuatan dari para dewa sekaligus berfungsi sebagai senjata. Dalam kehidupan masyarakat adat Sunda, kujang selalu menempati posisi istimewa.

Kujang berasal dari istilah Sunda Kuno "Kudihyang" yang merupakan gabungan dari kata "Kudi" dan "Hyang". Kudi berarti senjata dengan kekuatan supranatural dan sakti, yang berfungsi sebagai jimat atau penolak bala. Sedangkan Hyang merujuk pada dewa.

Kujag sering kali disimpan sebagai pusaka atau jimat untuk melindungi rumah dari bahaya. Biasanya kujang akan diletakan di dalam sebuah kotak peti atau tempat tertentu di dalam rumah. Pada masa lalu, alat ini juga sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Sunda, terutama dalam kegiatan pertanian.

Fungsi dan Jenis Kujang

Menurut Pantun Bogor, kujang memiliki berbagai fungsi dan bentuk. Berdasarkan fungsinya, kujang terbagai menjadi empat jenis yakni Kujang Pusaka sebagai lambang keagungan dan perlindungan, Kujang Pakarang yang digunakan untuk berperang, Kujang Pangarak yang dipakai sebagai alat upacara, dan Kujang Pamangkas yang digunakan untuk alat berladang.

Sedangkan berdasarkan bentuk bilah, kujang terbagai menjadi enam jenis yakni Kujang Jago yang menyerupai bentuk ayam jantan, Kujang Ciung yang menyerupai burung ciung, Kujang Kuntul yang menyerupai burung bangau, Kujang Badak yang menyerupai badak, Kujang Naga yang menyerupai binatang mitologi naga, dan Kujang Bangkong yang menyerupai katak.

Struktur dan Material Kujang

Kujang terdiri dari empat bagian utama yakni bagian papatuk atau congo yang merupakan bagian ujung yang lancip dan tajam, eluk atau silih yang merupakan bagian melengkung pada punggung kujang, tadah yang merupakan bagian lengkungan menonjol pada bagian perut kujang, dan mata yang merupakan lubang kecil pada bagian badan. Bagian mata sering dihiasi dengan logam perak dan emas.

Senjata ini biasanya dibuat dari bahan besi atau baja berkualitas tinggi. Panjangnya sekitar 20–25 cm dengan berat rata-rata 300 gram.

Makna Filosofis Kujang

Kujang melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi diri dan memperjuangkan kebenaran. Kujag juga dianggap sebagai simbol karatuan, keraton, atau negara.

Lebih dari itu, Kujang juga melambangkan keagungan dan kebanggaan suatu kerajaan atau masyarakat, refleksi ketajaman dan daya kritis, serta lambang kekuatan dan keberanian untuk memperjuangkan hak-hak dan kebenaran. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#naskah kuno #senjata tradisional #kujang #alat pertanian