JP Bogor – Keberagaman suku di Indonesia menjadikan negara ini kaya akan bahasa daerah. Seperti halnya bahasa lain, setiap bahasa daerah memiliki pola serta kosakata yang luas dan bervariasi.
Tidak perlu membandingkan satu bahasa suku dengan yang lain, karena dalam satu bahasa suku saja bisa terdapat perbedaan pelafalan dan tata bahasa, meskipun digunakan di wilayah yang berdekatan. Bahasa Sunda adalah salah satu contoh bahasa daerah yang memiliki variasi tersebut.
Pernah mendengar anggapan bahwa bahasa Sunda Bogor lebih kasar dibandingkan bahasa Sunda di daerah lain? Ungkapan ini memiliki akar sejarah yang kuat. JP Bogor akan menjelaskan perbedaan bahasa Sunda Bogor dengan bahasa Sunda dari daerah lain yang masih termasuk dalam suku Sunda.
Mengutip postingan Hadi Julianto di situs Quora yang diperbarui pada 11 November 2024 lalu, akar perbedaan ini berasal dari faktor sejarah. Dahulu daerah tinggi Parahyangan atau Priangan— yang kini terletak di bagian selatan provinsi Jawa Barat—berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram Islam pada masa Sultan Agung.
Awalnya, bahasa Sunda tidak mengenal sistem tingkat tutur atau undak usuk basa. Namun, pengaruh Mataram membuat wilayah Priangan mengadopsi sistem unggah-ungguh dalam bahasa Jawa, yang membedakan tingkatan kesopanan dalam bertutur. Daerah Bandung, Ciamis, Sumedang, dan Cianjur yang termasuk ke dalam daerah Priangan kemudian mengenal tingkatan kesopanan penggunaan bahasa Sunda.
Penggunaan tingkatan bahasa ini juga berfungsi untuk membedakan kasta sosial di masyarakat Sunda Priangan. Keberadaan golongan Menak atau bangsawan yang berasal dari kerajaan dan pejabat Mataram Islam menyebabkan perlunya sistem bahasa yang lebih halus sebagai bentuk penghormatan. Dari sini, muncul tiga tingkatan undak usuk basa Sunda uakni loma (biasa), lemes keur sorangan (halus untuk diri sendiri), dan lemes keur batur (halus untuk orang lain).
Di sisi lain, Bogor berada di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda, sehingga bahasa Sunda di wilayah ini tidak mengenal sistem undak usuk basa.
Namun, hal ini tidak berarti bahwa bahasa Sunda Bogor lebih kasar. Menurut Rizky Ramadhani, seorang kreator konten sejarah, dalam unggahan TikTok-nya pada 31 Desember 2023, bahasa Sunda Bogor justru merupakan bentuk asli dari bahasa Sunda sebelum mengalami pengaruh dari budaya luar.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah