Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Warga Terdampak Penutupan Tambang di Parung Panjang Bogor Disiapkan Bantuan Rp 3 Juta

Tazkia Royyan Hikmatiar • Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:19 WIB
Suasana Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang bebas tanpa truk tambang, Minggu (12/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Suasana Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang bebas tanpa truk tambang, Minggu (12/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Penutupan sementara aktivitas tambang di Parung Panjang, Cigudeg, dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor diakui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdampak pada sebagian warga.

Karena itu, KDM, sapaat Dedi Mulyadi, memastikan bahawa warga yang terdampak penutupan sementara aktivitas tambang tidak akan dibiarkan mengalami kesulitan.

Menurut KDM, Pemprov Jawa Barat (Jabar) telah menyiapkan sejumlah solusi bagi warga terdampak. Mulai dari bantuan uang tunai hingga pembukaan lapangan pekerjaan baru bagi mereka yang kehilangan pekerjaan.

Ia mengakui, banyak warga yang kehilangan penghasilan dan pekerjaan akibat penutupan tambang di Parung Panjang dan sekitarnya. Karena itu, diperlukan kebijakan cepat dan tepat agar kehidupan mereka tetap berjalan.

Salah satu upaya yang sedang disiapkan adalah pemberian bantuan langsung senilai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan selama masa penutupan tambang.

“Skemanya sedang kita hitung agar kebutuhan dasar seperti beras dan biaya sekolah anak tetap terpenuhi,” ujar Dedi di media sosialnya, dikutip Minggu (12/10).

Selain bantuan tunai, Pemprov Jabar juga membuka berbagai peluang kerja baru bagi para mantan pekerja tambang. Dedi menjelaskan bahwa sebagian dari mereka bisa dialihkan menjadi kuli belah batu, operator alat berat, atau petugas kebersihan.

“Kami membutuhkan tenaga kebersihan dan akan merekrut dari para pekerja yang terdampak,” jelasnya.

Gaji bagi pekerja ini akan disesuaikan dengan upah minimum kabupaten (UMK), agar tetap memberikan penghasilan yang layak.

KDM juga menyatakan bahwa Pemprov Jabar akan merekrut tenaga sopir untuk sektor pekerjaan umum, pengelolaan sumber daya air, serta lingkungan hidup.

Sebagai bentuk komitmen lain, pemerintah daerah juga berencana melatih warga terdampak untuk menjadi tenaga pemadam kebakaran (damkar).

Dengan berbagai langkah itu, KDM berharap warga Parung Panjang dan sekitarnya yang terdampak penutupan tambang dapat kembali bangkit secara ekonomi.

Di sisi lain, warga Parung Panjang lain yang terganggu akibat sejumlah pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang juga turut terfasilitasi.

Efek Penutupan Aktivitas Tambang 

Sebelumnya, Anggota DPRD Dapil V Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menyebut bahwa penutupan aktivitas tambang itu berdampak pada proyek infrastruktur di Kabupaten Bogor. 

Penutupan sementara aktivitas tambang di Parung Panjang itu merupakan kebijakan KDM atas dugaan berbagai pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang.  

Menurut Aan, akibat penutupan sementara aktivitas tambang, proyek infrastruktur Pemkab Bogor tidak berjalan dengan lancar karena kesulitan mendapat bahan baku material.

"Proyek APBD kan sedang berjalan, akhirnya material tidak ada dan mengambil ke wilayah lain. Bahkan informasinya harga material juga menjadi naik," ujarnya, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor, Jumat (10/10).

Karena itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor itu meminta Pemprov Jabar mempertimbangkan semua aspek dalam menindak aktivitas tambang di Parung Panjang tersebut. 

Agar penutupan kegiatan tambang dapat dilakukan dengan efektif, serta tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi masyarakat.

"Harapannya gubernur bisa mengevaluasi kebijakan tersebut agar berjalan dengan baik. Meski kami memahami Pemprov Jabar tengah menggelontorkan anggaran untuk infrastruktur di Parung Panjang," ucap Aan.

Mayoritas Warga Dukung Penutupan Tambang Permanen

Meski ada kerugian, Aan mengakui bahwa penutupan sementara aktivitas tambang di Parung Panjang membuat warga bisa bernapas lega. 

Aktivitas tambang selama ini telah membuat jalanan menjadi padat dan kualitas udara di sekitar memburuk.

Sebuah poling pun dibuat dan link-nya di-share dengan cukup masif melalui grup-grup WhatsApp untuk masyarakat di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya. 

Tujuannya meminta pendapat dari masyarakat, apakah setuju atau tidak seandainya pertambangan di wilayah Parung Panjang dibuka kembali atau benar-benar ditutup secara permanen, setelah dihentikan sementara oleh KDM.

Poling yang dibuat melalui situs pollingkita.com itu hingga Jumat (10/10) pukul 11.24 tercatat diikuti oleh 17.476 orang. Pertanyaan yang diajukan adalah, 'Setujukah anda tambang di Parung Panjang dihentikan'.

Hasil Poling menunjukkan, 14.128 suara atau 80,8 persen menjawab setuju tambang ditutup permanen, sementara yang tidak setuju berjumlah 3.265 atau 18,7 persen. Sisanya, 83 suara atau 0,5 persen menjawab tidak tahu.

Editor : Bayu Putra
#warga terdampak #bantuan #parung panjang bogor #Penutupan Tambang #rp 3 juta