JP Bogor – Delegasi Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) dan keluarga korban kecelakaan dampak aktivitas truk tambang di Kabupaten Bogor ditemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pertemuan pada Kamis (2/10) malam itu dihadiri sekitar 30 keluarga korban kecelakaan yang disebabkan aktivitas truk tambang di Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan beberapa komitmen. Di antaranya, pemberian santunan kepada korban kecelakaan akibat truk tambang.
Kemudian mengevaluasi serta audit menyeluruh terhadap jalur distribusi tambang, serta pembahasan solusi jangka panjang agar keberadaan tambang tidak terus merugikan masyarakat.
Ketua Umum HMR Ananda Sugiarto mengatakan, fakta yang ada menunjukkan bahwa aktivitas tambang telah membawa dampak serius terhadap keselamatan warga. Ia mendesak agar ada langkah konkret dari pemerintah.
"Janji tanpa realisasi hanya akan menambah penderitaan rakyat. Kami meminta audit dan evaluasi segera dilakukan serta hasilnya diumumkan secara terbuka kepada masyarakat," tegas Ananda, Jumat (3/10) sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Kabid Advokasi dan Aksi HMR, Md Aang menekankan pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap truk tambang.
"Pembatasan jam operasional, jalur khusus, dan pengawasan yang konsisten harus segera diterapkan. HMR akan terus mengawal kasus ini sampai masyarakat benar-benar terlindungi," paparnya.
Selain itu, HMR juga menilai bahwa masyarakat Rumpin, Parungpanjang, dan Cigudeg saat ini berada dalam kondisi darurat keselamatan akibat aktivitas tambang yang tidak terkendali.
"Jika pemerintah lamban, korban akan terus berjatuhan. Karena itu, HMR menegaskan bahwa negara harus hadir dan berpihak pada rakyat," tandasnya.
Editor : Bayu Putra