JP Bogor – Sejumlah rumah warga yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Cidurian di Kampung Peuteuy, Desa Kalongsawah, Jasinga, Kabupaten Bogor sedang terancam.
Tebing yang menopang rumah-rumah warga itu terancam longsor, akibat hujan deras pada Rabu (13/8) lalu yang berdampak pada meluapnya sungai Cidurian. Luapan air pun mulai mengikis tebing penopang bangunan di sisi sungai.
Salah satu rumah yang terancam itu milik Hasan Basri. Berada persis di bantaran Sungai Cidurian, rumah Hasan kini terancam terbawa arus sungai.
"Sudah sering kejadian longsor di aliran Sungai Cidurian, sekarang menimpa rumah saya. Saya minta tolong ke pemerintah, takut rumah saya roboh," ujarnya, Kamis (14/8) sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.
Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V, Esda Permana Lukman membenarkan adanya tanah longsor di aliran Sungai Cidurian.
Berdasarkan hasil tinjauannya, longsoran setinggi kurang lebih 4,5 meter dengan panjang sekitar 35 meter terjadi akibat tingginya debit air sungai.
Beban arus dari aliran sungai diduga menjadi penyebab utama pergerakan tanah di wilayah tersebut.
"Kami telah mengusulkan penanganan permanen dengan pembangunan TPT (tembok penahan tanah) agar tidak terjadi kerusakan lebih parah dan demi keselamatan warga," kata Esda.
Saat ini, kata dia, Dinas PUPR Jawa Barat telah memberikan bantuan berupa 100 bronjong untuk menahan tebing Sungai Cidurian.
"Kejadian ini telah kami laporkan dan tengah ditindaklanjuti oleh Pemprov Jabar," tandasnya.
Editor : Bayu Putra