Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Hadiri Peluncuran Koperasi merah Putih di Hambalang Bogor, Dedi Mulyadi Minta 3 Hal Ini ke Pemerintah Pusat

Bayu Putra • Senin, 21 Juli 2025 | 17:47 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peluncuran Koperasi Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (21/7/2025). (Hendi Novian/Radar Bogor)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat peluncuran Koperasi Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (21/7/2025). (Hendi Novian/Radar Bogor)

JP Bogor – Presiden Prabowo Subianto Baru saja meluncurkan Koperasi Merah Putih serentak di seluruh Indonesia dari Klaten hari ini, Senin (21/7). Di Kabupaten Bogor, peluncuran Koperasi Merah Putih dipusatkan di Desa Hambalang, Citeureup.

Peluncuran Koperasi Merah Putih di Hambalang itu dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat dedi Mulyadi. Ia mengapresiasi kesiapan Pemkab Bogor dalam melaksanakan program Presiden Prabowo Subianto.

Pria yang akrab disapa KDM itu menelaskan, di Jawa Barat saat ini ada 5.957 Koperasi Merah Putih yang siap beroperasi. Khusus di Kabupaten Bogor, ada 435 Koperasi Merah Putih yang sudah berbadan hukum.

“Ini mendekatkan layanan kepada masyarakat mulai dari layanan kesehatan, layanan pupuk layanan LPG, dan kebutuhan pokok rakyat ini,” ujar Dedi, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor.

Meski demikian, Dedi mengingatkan bahwa ada beberapa harapan dari warga Hambalang. Salah satunya terkait kepastian harga komoditi yang dijual oleh Koperasi Merah Putih.

Permintaan itu pun langsung disampaikan Dedi ke pemerintah pusat. Sebab dalam kesempatan launching Koperasi Merah Putih, Dedi mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Presiden Prabowo secara daring.

“Paling utama saya mendapat respons dari masyarakat adalah ada kepastian harga LPG. Yang kedua kepastian harga pupuk, ketiga ada kepastian harga minyak goreng, beras dan barang pokok lainnya,” jelas Dedi.

Selain itu, Dedi juga meminta pemerintah pusat agar menghadirkan dokter spesialis yang siap melayani kesehatan masyarakat di desa-desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana menjelaskan bahwa klinik kesehatan memang sudah dilengkapi dengan tenaga medis. Tetapi mereka tidak bisa standby tiap hari.

“Misalnya dokter profesional, mereka mungkin saja seminggu dua sampai tiga kali, disesuiakan dengan kebutuhan koperasi. Tapi tetap kliniknya ada yang menjaga,” terang Iman.

Di sisi lain, Iman menjelaskan bawha seluruh layanan yang ada di program Koperasi Merah Putih berbayar. Karena konsep dasar koperasi adalah bisnis, bukan layanan sosial.

Namun, Iman memastikan bahwa masyarakat tidak perlu membayar mahal untuk memanfaatkan berbagai macam layanan di Koperasi Merah Putih. Bahkan, dia menginginkan jika memungkinan layanan kesehatan di Koperasi Merah Putih bisa bekerja sama dengan BPJS.

“Kalau kliniknya bagus, kenapa tidak dengan BPJS gitu, memungkinkan juga. Koperasi itu kan bisnis, bukan sosial,” pungkasnya.

 

Editor : Bayu Putra
#minta #bogor #peluncuran #Koperasi Merah Putih #hambalang #pemerintah pusat #dedi mulyadi