Jembatan eksisting sudah sangat tua, dan spesifikasi material yang digunakan sebelumnya tidak lagi sesuai dengan volume serta intensitas kendaraan yang melintas setiap hari.
Upaya strategis ini bertujuan untuk meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas dan memastikan kelangsungan mobilitas masyarakat sekitar. Jembatan tersebut merupakan akses utama menuju wilayah perbatasan Kabupaten Tangerang dan kawasan industri sekitarnya, sehingga sering dilalui kendaraan bermuatan berat.
Baca Juga: Akui Server SPMB 2025 Kota Bogor Down, Disdik Minta Orang Tua Siswa Bersabar dan Berdoa
Beberapa bagian jembatan, termasuk pondasi yang retak dan deformasi lantai, telah memaksa dilakukannya perbaikan mendadak sambil menunggu dimulainya proyek pembangunan ulang
"Kondisi jembatan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan hanya mendapat perbaikan sementara. Maka dari itu, kami siapkan pembangunan permanen yang kini masuk tahap perencanaan teknis," ujar seorang pejabat teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
Saat ini, Pemkab Bogor tengah menyusun Dokumen Perencanaan Teknis Detail (Detail Engineering Design/DED), sebuah syarat utama sebelum proses konstruksi dapat dimulai.
Penyusunan DED akan dilakukan secara komprehensif, mempertimbangkan beban kendaraan, daya dukung struktur tanah, hingga faktor hidrologi sungai di bawah jembatan.
"Kami menargetkan DED rampung dalam waktu dekat agar pengajuan anggaran pembangunan bisa dilakukan di awal tahun anggaran 2026. Proyek ini diprioritaskan karena menyangkut keselamatan warga," tambahnya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya, Naik Bus Transjabodetabek Rute Blok M–Bogor Hanya Rp 1 saat HUT Jakarta
Editor : Candra Mega Sari