JP Bogor – Sebanyak 273 siswa dan siswi yang mengikuti pembinaan di barak militer akan lulus dan menyelesaikan masa pelatihannya Selasa (20/5) besok.
Kelulusan mereka disinggung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyindir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar tidak hanya mengkritisi metode pembinaan.
Menurut dia, KPAI seharusnya turut ambil bagian dalam penyelesaian masalah yang dihadapi para remaja itu.
"Saya kan sudah sampaikan bahwa KPAI harusnya arahnya hari ini bukan mengoreksi kekurangan dari sebuah kebiasaan yang dilakukan, yaitu penanganan darurat dari sebuah problem," kata Dedi saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5).
"Yang harus dilakukan KPAI adalah mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai problem yang dialami oleh anak-anak remaja kita. Apakah itu karena problem di rumahnya, problem di sekolahnya yang akhirnya mengarah pada tindak kriminal,” sambungnya.
Dedi menyoroti jumlah anak bermasalah di Jawa Barat yang saat ini mencapai ribuan. Ia berharap KPAI berperan aktif dalam pendidikan dan pembinaan mereka.
“Kan ada jumlah ribuan tuh anak bermasalah di Jawa Barat. Nah, dari jumlah ribuan itu saya harapkan KPAI ngambil untuk dididik. Agar masalahnya selesai,” ucapnya.
Dedi juga mengkritik fokus KPAI yang dianggap terlalu sempit karena menyoroti aspek-aspek teknis seperti kondisi tempat tidur siswa.
“Kalau KPAI sibuk terus ngurusin persoalan tempat tidur dan sejenisnya, tidak akan bisa menyelesaikan problem. Dan KPAI bisa lihat dong, kemarin kan 39 anak sudah selesai itu. Kan bisa dilihat bagaimana keadaan anak itu. Disiplinnya, kemudian rasa empatinya,” jelas Dedi.
Menurut Dedi, perubahan sikap dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para siswa selepas pembinaan menjadi bukti kesuksesan pendekatan yang diambil.
“Dia menangis di depan ibunya, mencium kakinya. Kan belum tentu itu didapatkan pendidikan saya di sekolah. Besok ada 273 yang akan lulus dari Dodik Lembang,” jelas mantan Bupati Purwakarta itu.
Dedi menambahkan, program pembinaan ini akan terus berlanjut, bahkan diperluas skalanya di Jawa Barat.
“Nanti ada angkatan baru lagi. Nanti mungkin kalau dari 1.000 atau 1.500 atau 2.000 yang nanti, atau 5.000. Kalau terkoneksi dengan Kabupaten/Kota mungkin 15 ribu sampai 20 ribu yang dikelola oleh kita,” imbuh Dedi.
Editor : Bayu Putra