"Makanan seperti nasi, mie, dan lontong yang kaya karbohidrat akan mudah basi jika disimpan terlalu lama di suhu ruang. Tanda-tandanya antara lain berbau asam, berlendir, atau muncul jamur," jelas Leiyla, dikutip dari ugm.ac.id.
MBG karena memang makanan yang bergizi seringkali menyajikan sumber protein hewani seperti daging dan ikan, makanan tadi merupakan makanan yang mudah basi.
Sebelumnya, sekolah Bosowa Bina Insani melaporkan jika 36 muridnya mengalami keracunan makanan akibat MBG yang disalurkan dari MBG Tanah Sereal. Kemudian pada Kamis (8/5), ada laporan baru mengenai keracunan akibat MBG, yaitu sebanyak 135 murid dari 13 sekolah yang tidak disebutkan secara spesifik namun berada di Kota Bogor.
Di Bogor sendiri, Dinas Kesehatan Kota Bogor merinci jika korban keracunan akibat MBG sudah mencapai 22 orang rawat inap, 29 orang rawat jalan, dan 120 orang mengalami keluhan ringan.
Untuk biaya perawatan siswa yang mengalami keracunan akibat MBG di Bogor, Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan jika pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menanggung semua biaya yang dibutuhkan. Untuk pelaksanannya sendiri akan dikoordinasikan lebih lanjut sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel muntahan murid yang mengalami keracunan dan sampel makanan dari dapur MBG.
Laporan keracunan MBG ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi tidak hanya untuk dapur MBG, namun semua pihak yang terkait dengan program ini dan juga untuk aktivitas masyarakat lainnya yang menyediakan makanan dalam jumlah besar. Karena kebersihan dalam makanan sangat penting. Untuk meminimalisir terjadinya hal serupa, pemerintah dan seluruh pihak penyedia MBG perlu memiliki standar kebersihan dan standar operasional terkait produksi makanan.