JP Bogor – Tak hanya kenakalan remaja yang menjadi fokus Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Masalah psikologis anak juga menjadi perhatian, karena menyangkut masa depan mereka.
"Di Purwakarta, ada anak SMP yang berbuat nekat. Anak itu biasa main Mobile Legends di area Taman Sri Baduga di situ. Dulu zaman saya tertib rapi," ucap Dedi Mulyadi di hadapan para siswa SMA Yadika 8 bekasi, Sebagaimana dilansir dari Radar Bogor, Sabtu (3/5).
Anak tersebut main game sampai jam 04.00 pagi lalu pulang ke rumah. Besoknya lagi, sambung Dedi, dia ingin keluar lalu pinjam motor pada kakeknya, namun dilarang. Lalu dia berbuat nekat hingga melakukan kekerasan pada kakeknya.
"Ketika ditanya, gimana? saya merasa sudah berat," ucap Dedi menirukan pelaku.
"Loh kenapa? karena game itu meracuni pikiran, ini kan berbahaya," lanjutnya. Karena berbahaya, tegas Dedi Mulyadi, harus ada pola-pola yang luar biasa.
"Maka kebijakan saya sekarang, mereka yang melawan orang tuanya, ke sekolahnya enggak pernah nyampai, dari rumahnya berangkat sering bolos sekolah dan melakukan perbuatan terlarang, maka lapor ke wali kota-nya lapor ke Kodim-nya anterin anak sekolahnya. Panggil orang tuanya, masukin pendidikan militer," tegas Dedi Mulyadi.
"Setuju enggak?," tanya Dedi Mulyadi kepada para siswa dan guru SMA Yadika 8 Bekasi yang kompak menjawab setuju.
"Saya nanya, guru sanggup enggak didik anak sekarang begitu? Enggak sanggup kan? Kalau digaplok dilaporin polisi," jelas Dedi Mulyadi.
"Nah, ibarat militer dilatih perang, bukan. Dilatih bangun pagi jam 04.00, tidurnya jam 20.00, makannya bersama," kata Dedi Mulyadi. Lalu Sore atau siang olahraga agar bugar tubuhnya. Bagi yang muslim, magrib harus mengaji.
Editor : Bayu Putra