JP Bogor – Guncangan gempa bumi berkekuatan 4,1 skala Richter yang mengguncang Kota Bogor pada Kamis (10/4) malam tidak hanya membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Gempa juga menimbulkan sejumlah kerusakan ringan pada bangunan tempat tinggal warga, terutama yang ada di Kota Bogor.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, hingga Jumat (11/4), total ada 21 rumah warga yang dilaporkan terdampak gempa tersebut.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor, Jarwo, menjelaskan mayoritas rumah mengalami kerusakan ringan.
Dari 21 rumah tersebut, 20 rumah mengalami kerusakan ringan seperti retakan pada dinding atau bagian struktur lainnya.
"Hanya satu rumah yang kami kategorikan mengalami kerusakan sedang, itu pun hanya pada bagian plafon karena tertimpa genteng yang jatuh,” katanya saat ditemui di SMAN 5 Kota Bogor.
Meski begitu, ia bersyukur tidak ada korban jiwa akibat gempa ini. Jarwo menyebut, justru yang paling perlu diantisipasi adalah reaksi panik warga yang dapat menimbulkan cedera.
“Korban itu bukan karena gempa langsung, tapi biasanya karena panik. Seperti berlari terburu-buru lalu jatuh atau tertimpa benda di sekitarnya saat menyelamatkan diri,” katanya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa ke depan, BPBD Kota Bogor bekerja sama dengan BMKG berencana memasang dua alat pendeteksi gempa bumi tambahan di wilayah Kota Bogor.
Rencananya, alat tersebut akan dipasang di dua titik, yaitu di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Utara.
"Kami sarankan di wilayah Rangga Mekar Bogor Selatan, yang dekat dengan pusat gempa kemarin. Dan satu lagi di Kecamatan Bogor Utara, tepatnya di Tanah Baru," jelasnya.
Kedua alat ini akan memantau getaran gempa dan langsung mengirimkan data ke kantor BPBD.
Alat tersebut nantinya akan menampilkan informasi gempa secara real time, termasuk kekuatan, lokasi pusat gempa, dan potensi dampak.
Alat ini pun bisa membantu BPBD melakukan respons yang lebih cepat. Selain pemasangan alat, saat ini tim BPBD juga terus melakukan asesmen kebutuhan warga terdampak.
“Kami sudah turun ke lokasi untuk kaji cepat. Kalau ada rumah yang rusak parah dan penghuninya butuh diungsikan, kami akan bantu. Termasuk jika mereka membutuhkan terpal, sembako, alas tidur, atau bantuan lainnya,” ungkapnya.
BPBD juga terus mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing hoaks. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BPBD atau BMKG serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal dengan kedalaman 5 km, berpusat di darat sekitar 2 km tenggara Kota Bogor.
Gempa ini dipicu aktivitas Sesar Citarik yang melintas di wilayah Bogor. BMKG mencatat adanya empat gempa susulan setelah gempa utama, dengan magnitudo berkisar antara 1,6 hingga 1,9.
Editor : Bayu Putra