Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Defisit APBN hingga Tensi Geopolitik Eropa-AS Jadi Penyebab IHSG Ambruk Lebih Dari 5 Persen

R. Nurul Fitriana Putri • Selasa, 18 Maret 2025 | 13:31 WIB
ilustrasi saham. (dok. Jawa Pos)
ilustrasi saham. (dok. Jawa Pos)

JawaPos.com – Bursa Efek Indonesia sempat membekukan sementara perdagangan (Trading Halt) akibat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai lebih dari 5 persen hari ini, Selasa (18/3).

Mengutip RTI Bussiness, IHSG saat ini berada di level 6.076 atau ambruk sebesar 6,12 persen atau 395,8 poin. Sepanjang perdagangan tercatat hanya 67 saham menguat, 616 saham melemah, dan 116 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus menyampaikan, ambruknya IHSG disebabkan oleh sejumlah sentimen dalam dan luar negeri.

Mulai dari tensi geopolitik yang meningkat karena Presiden Rusia Vladimir Putin yang menginginkan perang lebih lama.

"Selain itu, terjadinya pembalasan tarif yang lebih besar dari Uni Eropa kepada Amerika Serikat (AS). Serta kekhawatiran akan resesi di Amerika yang terus mengalami kenaikkan," kaya Maximilianus Nicodemus dalam keterangannya, Selasa (18/3).

Dari sisi domestik, Maximilianus menyampaikan bahwa IHSG yang ambruk hingga mengakibatkan perdagangannya dihentikan sementara juga imbas penerimaan Indonesia yang turun hingga 30 persen.

Hal itu, lanjutnya, telah mengakibatkan defisit APBN melebar sehingga butuh penerbitan utang yang lebih besar. Dan tentu saja, bikin Rupiah kian melemah.

Bahkan, hal itu berpotensi pula untuk membuat tingkat suku bunga Bank Indonesia lebih sulit untuk mengalami penurunan.

Selain itu, penerimaan pajak juga mengalami penurunan hingga 30,19 persen secara tahunan (YoY), yakni hanya Rp 269 triliun hingga terjadi defisit APBN Rp 31,2 triliun per bulan Februari lalu. Di sisi lain, belanja pemerintah turun 7 persen dan utang naik 44,77 persen pada Januari 2025.

Ia menilai, di tengah kondisi itu semua pihak khawatir bahwa risiko fiskal kian meningkat di Indonesia. Sehingga membuat banyak pelaku pasar dan investor memutuskan untuk beralih kepada investasi lain yang jauh lebih aman dan memberikan kepastian imbal hasil.

"Saham menjadi tidak menarik, dan mungkin obligasi menjadi piihan setelah saham," tutup Maximilianus.

Editor : Bayu Putra
#eropa #ambruk #as #tensi #ihsg #penyebab #5 persen #geopolitik #lebih dari #defisit apbn