JP Bogor – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menggandeng mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menjadi staf khusus (stafsus) gubernur.
Menurut dia, tawarannya itu diterima oleh Susi. Tetapi Susi memberi syarat tidak ada honorarium atau gaji untuknya. "Diterima, tetapi Bu Susi meminta tidak ada honor," kata Dedi sesuai pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2).
Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, pemerintah pusat telah melarang pengangkatan tenaga ahli, pakar, dan penasihat di daerah. Karena itu, seluruh tenaga ahli dan penasihat di pemerintahan daerah di Jabar bersifat sukarela.
"Larangan untuk mengangkat tenaga ahli, pakar penasihat, itu kan kalau menimbulkan biaya kalau pendapat saya. Jadi seluruh penasehat di Provinsi Jabar semuanya relawan, sukarela," ujar Dedi.
Menurut dia, Susi akan mulai bertugas sebagai stafsus gubernur Jabar pada pekan depan. Ia bakal langsung menerbitkan surat keputusan (SK) pengangkatan Susi Pudjiastuti seusai mengikuti retreat kepala daerah di Akmil Magelang. "Ya minggu depan setelah pulang retreat," papar Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta itu mengungkapkan, dia mengajak Susi agar memiliki spirit yang kuat untuk membantu Pemprov Jabar. Nantinya, Susi akan memberi arahan mengenai pembangunan dermaga dan penataan wilayah laut di Jawa Barat.
"Agar laut-lautnya terjaga dan tidak boleh lagi laut dipagari. Kemudian konsepsi tentang pembangunan lintas daerah dengan sistem transportasi udara," imbuhnya.
Editor : Bayu Putra