JP Bogor - Pertalite menjadi pilihan utama bagi pengendara motor, mobil, dan angkutan umum karena harganya cenderung terjangkau dibandingkan pertamax, pertama turbo, dan dexlite.
Kondisi ini membuka peluang bisnis bagi pedagang eceran yang menjual pertalite di sepanjang jalan. Keberadaan BBM eceran menjadi solusi praktis bagi para pengendara saat bakar hampir habis. Mereka tidak perlu repot-repot mencari SPBU, cukup membeli ke pedagang eceran di sepanjang jalan agar kendaraan bisa menyala kembali.
Namun, di tengah maraknya permintaan pada bahan bakar eceran, banyak oknum pedagang nakal yang mencampurkan pertalite dengan pewarna hijau untuk meraup keuntungan. Praktik ini sangat merugikan konsumen karena pertalite oplosan dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kerusakan piston, karat pada mesin sampai pada kendaraan yang mati mendadak.
Konsumen yang kurang waspada bisa tertipu berkali-kali dengan keberadaan pertalite oplosan ini. Pertalite oplosan bisa sulit dibedakan, apalagi dengan tambahan pewarna yang membuatnya tampak seperti bahan bakar asli. Oleh karena itu, sebagai konsumen anda harus lebih cermat dalam memilih bahan bakar.
Merangkum dari laman otospector.co.id, berikut ini adalah cara mudah untuk membedakan pertalite asli dan yang telah dicampur dengan zat pewarna.
1. Menggunakan Jari
Pertalite dan BBM termasuk zat yang mudah menguap. Sehingga cara paling mudah untuk mengetes bahan bakar asli atau palsu adalah dengan mencelupkan jari ke cairan pertalite. Apabila bahan bakar tersebut langsung mengering atau menguap, maka dapat disimpulkan pertalite asli. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan zat atau tidak mengering, maka pertalite tersebut adalah oplosan.
2. Cek Endapan di Bagian Bawah Botol
Pertalite murni tidak terkontaminasi zat lain. Anda bisa mengenalinya dengan melihat endapan di dasar botol. Apabila anda menemukan endapan di dalam botol, maka pertalite tersebut sudah pasti dioplos dengan pewarna.
3. Menggunakan Koran
Pertalite yang sudah dicampur dengan zat lain akan melunturkan tulisan pada koran. Hal ini terjadi karena tinta yang ada di koran akan larut jika terkena air atau minyak tanah pada pertalite oplosan.
4. Cek Bau
Pertalite memiliki bau khas dan tajam. Sedangkan pertalite yang sudah dicampur dengan pewarna seringkali memiliki aroma yang lebih lemah.
5. Uji Menggunakan Kertas, Kain Putih, atau Tissue
Pertalite asli setelah dituangkan ke kertas, tissue, atau kain putih, akan menguap dan meninggalkan noda kekuningan. Sementara pertalite yang sudah dicampur dengan pewarna, noda hijaunya akan tertinggal di kertas, tissue ataupun kain putih.
6. Cek Warna
Pertalite asli memiliki warna hijau terang dengan sedikit gradasi kebiruan, transparan, jernih, berkilau, dan reflektif di bawah cahaya. Sedangkan pertalite yang sudah dicampur dengan pewarna sering kali terlihat lebih keruh, kusam, dan pekat.
Editor : Candra Mega Sari