JP Bogor – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) angkat bicara soal naiknya harga tiket masuk ke objek wisata Curug Nangka di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor.
Pihak Kemenpar beralasan, harga tiket dinaikkan untuk mendukung upaya pelindungan ekosistem serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
"Kementerian Lingkungan Hidup, KLHK, itu untuk melindungi ekosistem. Kalau di kita, itu adalah fokus ke pariwisata yang berkelanjutan," kata Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto di Jakarta, Jumat (7/2) sebagaimana dilansir dari Antara.
Dia juga mengemukakan pentingnya penerapan regulasi terkait perizinan pelaksanaan kegiatan wisata dalam upaya pengembangan usaha pariwisata berkelanjutan.
Sebelumnya, harga tiket masuk ke Curug Nangka naik dari Rp 32 ribu menjadi Rp 54.400 per orang pada akhir pekan dan dari Rp 22 ribu menjadi Rp 37 ribu per orang pada hari biasa.
Di platform media sosial X, orang-orang menduga kenaikan harga tiket masuk ke objek wisata itu berkaitan dengan praktik pungli.
Disinggung soal pungli di Curug Nangka, Hariyanto menyebut bahwa itu muncul karena tingkat pemahaman masyarakat yang masih rendah mengenai usaha kepariwisataan.
Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengatasi praktik pungli di daerah wisata.
"Salah satu yang konkret adalah kita memastikan dengan aparat penegak hukum, khususnya polisi, itu melalui kerja sama yang sudah ada ditingkatkan lagi," imbuhnya.
Editor : Bayu Putra