Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Dandim 0606 Kota Bogor Dwi Agung soal Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor: Perlu 80an Dapur

Bayu Putra • Selasa, 28 Januari 2025 | 21:27 WIB
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor. (Sofyansyah/Radar Bogor)
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis di Kota Bogor. (Sofyansyah/Radar Bogor)

JP Bogor – Kodim 0606 Kota Bogor terlibat sebagai salah satu penanggung jawab dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota Bogor. TNI terlibat dalam pembuatan dapur dan pengawasan terhadap operasional MBG di Kota Bogor.

Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Dwi Agung Prihanto mengatakan, selama berlangsungnya program makan bergizi gratis hingga saat ini, baru ada ada 2 dapur yang menyalurkan makanan. Yaitu SPPG Tanah Sareal dan Yayasan Bosowa Bina Insani.

Program ini menyasar seluruh anak sekolah TK, SD, SMP, maupun SMA di beberapa sekolah. Saat ini satu dapur menyalurkan Makan Bergizi Gratis ke 3.000 siswa, sehingga dua dapur melayani 6.000 siswa.

"Kami tetap optimistis karena program ini cukup bagus dari presiden Pak Prabowo. Makan bergizi ini untuk menjaga atau meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita di masa depan," katanya sebagaimana dilansir dari Radar Bogor, Jumat (24/1).

Makan Bergizi Gratis, lanjut Dwi, dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sedangkan TNI ikut membangun dapur, pendampingan perekrutan petugas dapur, dan pengawasan jalannya program.

Petugas dapur terdiri dari 50 orang. 3 di antaranya adalah kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi. Sedangkan 47 lainnya adalah petugas yang memasak, mengemas, dan mendistribusikan.

"Kalau tiga orang khusus ditunjuk BGN. Kemudian 47 sisanya kami yang rekrut dari warga asli Kota Bogor. Mereka telah ikut pelatihan agar siap menjalankan tugas," jelasnya.

Dia menjelaskan ada sejumlah kendala yang ditemui di awal berjalannya MBG. Salah satunya kesiapan operasional dapur yang harus menyiapkan banyak makanan dalam satu waktu, sehingga kejadian seperti keterlambatan bahan baku sempat terjadi.

Selain itu, kendala lainnya adalah penentuan lokasi dapur agar bisa lebih terjangkau oleh sekolah serta jumlah dapur yang masih kurang di Kota Bogor.

"Target awalnya 50 (dapur), tapi setelah dihitung semua sekolah kurang lebih ada 260 ribu siswa maka kita perlu 80an dapur. Ini terus berproses, sembari menunggu tambahan kita juga evaluasi," jelasnya.

Rencananya satu dapur baru akan dibuka pada awal Februari di Sindangrasa untuk menyalurkan makanan ke siswa di Bogor Timur.

Mereka juga akan membuka pendaftaran kemitraan untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan ke perusahaan katering dan sejenisnya.

"Pendaftaran tidak hanya dapur. Termasuk bagi warga Bogor yang ingin bergabung melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Nanti ke depan itu bisa menjadi kepala dapur, ahli gizi ataupun akuntan, itu bisa bergabung melalui SPPI," imbuhnya. 

Editor : Bayu Putra
#Makan Bergizi Gratis