Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Pemerintah Munculkan 3 Opsi Belajar Mengajar Selama Ramadan, ini Ragam Tanggapan Pendidik di Kota Bogor

Bayu Putra • Rabu, 15 Januari 2025 | 22:37 WIB
Suasana belajar di salah satu kelas di SDN Pingku 03 Parung Panjang, Kabupaten Bogor. (Arifal/Radar Bogor)
Suasana belajar di salah satu kelas di SDN Pingku 03 Parung Panjang, Kabupaten Bogor. (Arifal/Radar Bogor)

JP Bogor – Munculnya tiga opsi skema pembelajaran di sekolah selama Ramadan di tingkat pusat mendapat reaksi beragam dari para pendidik di Kota Bogor.

Sebagaimana diketahui, ada tiga skema yang diusulkan oleh publik dan tengah dibahas oleh pemerintah pusat.

Pertama adalah libur sebulan penuh selama Ramadan. Kedua, libur di awal dan akhir Ramadan. Sementara skema ketiga adalah tidak ada libur di bulan Ramadan alias kegiatan belajar mengajar berlangsung normal.

Menanggapi tiga opsi skema pembelajaran di Ramadan itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SDN Bubulak 1 Kota Bogor Aldilah Rahman menyampaikan opsi berbeda.

“Saran saya, minggu pertama siswa diliburkan tapi mereka diberikan tugas keagamaan di lingkungannya. Minggu kedua dan ketiga masuk, tapi hanya sanlat (pesantren kilat) saja,” ujar Adilah, dilansir dari Radar Bogor, Rabu (15/1).

Sementara untuk libur akhir Ramadan, Adilah menyarankan dilakukan di pekan keempat Ramadan, atau sepekan sebelum hari raya Idul Fitri.

Menurut sia, meski sedang berpuasa, para siswa juga harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Sebab, aktivitas-aktivitas itu juga masuk ke dalam kategori ibadah.

“Kalau diliburkan full, mereka dikhawatirkan bosan dan jenuh. Ini juga mendukung 7 pembiasaan baik dari Kementerian (Pendidikan Dasar), salah satunya gemar beribadah,” lanjutnya.

Berbeda dengan Aldillah, guru Bahasa Indonesia di SMPN 17 Kota Bogor, Rita Rachmawati justru memandang lebih baik proses belajar mengajar diliburkan selama Ramadan.

Menurut dia, jika pembelajaran siswa diliburkan, Ia bisa lebih fokus untuk melakukan berbagai macam kegiatan ibadah di rumah. Serta bisa fokus memperhatikan anak.

“Kalau pilihan libur separo-separo, tiap tahun juga begitu, apa perbedaannya. Nah, kalaupun mau diliburkan, tapi pihak sekolah juga harus mengontrol kegiatan siswa,” ucap Rita. 

Rita menyarankan pemerintah sebaiknya memberlakukan kembali skema buku laporan kegiatan siswa selama Ramadan seperti beberapa waktu lalu.

“Siswa nanti ngisi kegiatan yang dilakukan apa aja. Kaya waktu dulu saya kecil itu, seru banget. Menyenangkan lagi, terus bisa juga melatih kejujuran siswa,” pungkasnya.

Editor : Bayu Putra
#ramadan #libur #kota bogor #3 opsi #pemerintah #pendidik #belajar mengajar