Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Fenomena Looksmaxxing di TikTok: Tren yang Membentuk Standar Penampilan Pria dan Mengarah ke Toxic Masculinity

Shania Vivi Armylia Putri • Selasa, 14 Januari 2025 | 14:30 WIB

Ilustrasi Mewing
Ilustrasi Mewing

JP Bogor - Tren TikTok belakangan ini marak menargetkan Gen Z sebagai viewer-nya untuk mencapai tahap looksmaxxing.

Istilah looksmaxxing sendiri berasal dari gabungan kata "looks" yang berarti penampilan dan "max" yang berarti maksimal. Dalam konteks ini, looksmaxxing dapat diartikan sebagai usaha untuk memaksimalkan penampilan seorang pria muda agar lebih diterima secara sosial dan menarik perhatian wanita.

Konten looksmaxxing biasanya berfokus pada transformasi penampilan pria agar terlihat lebih maskulin dan menarik di mata perempuan. Fenomena ini mengarah pada pencapaian standar kecantikan tertentu untuk pria, di mana salah satu contoh yang sering dijumpai adalah pria yang memiliki rahang tegas, atau dikenal dengan istilah "mewing".

Konten looksmaxxing biasanya berfokus pada transformasi penampilan pria agar terlihat lebih maskulin dan menarik di mata perempuan. Fenomena ini mengarah pada pencapaian standar kecantikan tertentu untuk pria, di mana salah satu contoh yang sering dijumpai adalah pria yang memiliki rahang tegas, atau dikenal dengan istilah "mewing".

Baca Juga: Menyendiri setelah Seharian Bekerja Ternyata Baik untuk Redakan Stres dan Penat, Begini Penjelasan Ahli Psikologi

 

Teknik mewing ini sering dibagikan oleh para kreator TikTok dalam bentuk tutorial, yang berharap pengikutnya mengikuti langkah-langkah tersebut untuk mengubah penampilan mereka.

Tanpa disadari, tren ini memperkenalkan standar penampilan pria ideal, yang menganggap bahwa seorang pria harus memiliki wajah tegas, tubuh kekar, dan sifat dominan.

Namun, apabila tren ini berkembang lebih jauh, dapat membentuk pandangan masyarakat yang menganggap bahwa pria sejati harus memiliki penampilan sesuai dengan standar looksmaxxing, yang berisiko mengarah pada fenomena toxic masculinity.

Toxic masculinity mengacu pada konstruksi sosial tentang peran dan karakteristik pria yang dapat berdampak buruk bagi pria itu sendiri.

Berdasarkan jurnal penelitian UNY, toxic masculinity dapat dimaknai pada peran dan karakteristik pria yang telah terkonstruksi dalam masyarakat,memberikan dampak buruk terhadap mereka.

Toxic masculinity mengedepankan stereotip tradisional yang menganggap pria tidak boleh memiliki perasaan, bersikap feminin, dan selalu harus menjadi sosok yang dominan.

Secara perlahan, konten looksmaxxing dapat mempengaruhi penonton untuk meyakini bahwa pria yang sempurna dan disukai banyak wanita adalah pria yang tangguh dan maskulin.

 

Fenomena ini perlu menjadi perhatian karena jika dibiarkan berkembang, dapat menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.

Salah satu dampak yang serius adalah adanya upaya ekstrem untuk mencapai level tertinggi looksmaxxing, seperti penggunaan hormon steroid secara berlebihan yang dapat merusak keseimbangan hormon dalam tubuh, pemotongan tulang rahang untuk mempertegas penampilan (mewing), atau diet ekstrem untuk memperoleh bentuk tubuh yang diinginkan.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#tiktok #mewing #toxic masculinity #tren #looksmaxxing