Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Langgir Badong: Alat Musik Tradisional Khas Bogor dan Cara Memainkannya

Yudha Satria Palma • Selasa, 31 Desember 2024 | 15:41 WIB
Lima orang yang sedang memainkan alat musik Langgir Badong
Lima orang yang sedang memainkan alat musik Langgir Badong

JP Bogor - Langgir Badong merupakan salah satu alat musik tradisional yang dimiliki oleh Kota Bogor. Alat musik satu ini bisa dibilang menjadi alat musik yang baru saja ditemukan atau diciptakan.

Nama "Badong" sendiri merujuk pada bambu yang digendong karena alat tersebut dapat disajikan dengan cara digendong sebagai perangkat musik arak-arakan. Semantara "Langgir" memiliki arti kalajengking dalam bahasa Sunda.

Pencipta alat musik Langgir Badong bernama Ade Suarsa. Ia menciptakan alat musik berbahan bambu ini pada tahun 2009 yang terinspirasi dari posisi anak kecil yang tengkurap dengan kaki ditekuk ke belakang atau yang disebut 'lalanggiran'.

Selain itu, pembuatan alat musik ini juga terinspirasi dari pengalaman Ade Suarsa sendiri. Dahulu, ia sering dimarahi oleh orang tuanya karena suka bermain dengan posisi "lalanggiran," yang dianggap tabu atau pamali. Selain itu, ia juga sering melihat anak-anak lain menghalangi jalan dengan posisi serupa.

Alat musik Langgir Badong dimainkan dengan cara dipukul menggunakan penabuh, mirip seperti penabuh gambang. Batang penabuh terbuat dari bambu, sementara bagian kepala penabuh dilapisi karet untuk menghindari suara yang cempreng atau "ngabeletrak", sehingga hasil suara yang dihasilkan menjadi lebih nyaman untuk didengar.

Menurut Ade Suarsa, cara memainkan Langgir Badong berbeda dari angklung karena alat ini termasuk dalam kategori musik perkusi yang lebih atraktif. Meski demikian, alat ini juga dapat digunakan untuk mengiringi lagu seperti angklung dengan cara memodifikasi bagian gambangnya.

Bambu dipilih menjadi bahan baku dalam pembuatan alat musik Langgir Badong karena mudah ditemukan, harganya murah, dan mudah digunakan untuk bereksperimen. Selain itu, Ade Suarsa juga memiliki tetangga, teman, atau orang di Sanggar Edas yang ahli membuat kerajinan bambu, sehingga terciptalah alat musik bernama "Langgir Badong".

Bentuk alat musik ini menyerupai kalajengking dengan ekor yang berbentuk kujang awi, sementara dua capitnya diwakili oleh dua buah kepyar. Jika dilihat dari bentuknya, alat musik ini memiliki filosofi yang merepresentasikan kalajengking sebagai makhluk yang tenang di tempat sepi, namun akan bereaksi saat diganggu. Flosofi ini memiliki makna bahwa jangan remehkan sesuatu yang tampak diam, karena yang tidak bersuara bukan berarti tidak berdaya.

Selain itu, setiap bagian dalam alat musik Langgir Badong sendiri memiliki fungsi yang masing-masing berbeda, di antaranya:

Dogdog: Merupakan bagian atas alat musik ini, yang disebut membrane dan berfungsi sebagai kepala langgir. Membrane ini menghasilkan suara bulat dan terbuat dari kayu, sementara bagian kulit yang dipukul oleh pemukul langgir memberikan karakteristik suara yang khas.

Kecrek: Bagian ini juga menjadi bagian dari punggung langgir terbuat dari susunan gergaji besi yang dirancang khusus untuk menghasilkan bunyi kecrek, mirip dengan suara tamborin.

Kohkol: Bagian ini terbuat dari bambu jenis awi tali atau awi andong. Bambu ini memiliki warna yang lebih cerah dan menghasilkan suara yang nyaring, serta ketebalan yang tidak terlalu tebal

Katung: Bagian terbuat dari bambu wulung atau bambu hitam, yang memiliki ketebalan yang tidak terlalu besar sehingga mampu menghasilkan suara yang nyaring. Selain itu, di samping kanan dan kiri dari kecrek, terdapat dua katung.

Gambang: Bagian ini berfungsi sebagai alat melodis yang menghasilkan nada dan terbuat dari bambu hitam, jenis bambu yang biasanya digunakan untuk membuat angklung. Bambu yang dipilih memiliki ketebalan ideal, tidak terlalu tebal, agar suara yang dihasilkan optimal. Bagian ini mampu menghasilkan tujuh nada dengan laras pelog dan sorog. Urutan nada dari kiri ke kanan adalah nada 5 (la), 4 (ti), 3 (na), 3- (ni), 2 (mi), 1 (da), dan di paling kanan kembali nada 5 (la).

Piring Kujang: Kujang berfungsi sebagai ornamen yang terbuat dari bambu dan menjadi ekor dari alat musik langgir. Simbol ini melambangkan kearifan lokal serta menggambarkan ketajaman, keluhuran, kewibawaan, dan kemuliaan dari keadiluhungan Jawa Barat. Kujang juga merupakan simbol yang menandakan bahwa langgir badong berasal dari kesenian Jawa Barat, khususnya dari Kota Bogor.

Karena Langgir Badong, alat musik tradisional khas Bogor, masih tergolong baru, diperlukan upaya sosialisasi yang intensif agar lebih dikenal oleh masyarakat. Salah satu langkah sosialisasi yang pernah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor adalah saat Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XII 2017 di Malang, Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Bogor memperkenalkan Langgir Badong sebagai salah satu karya seni khas Bogor yang diciptakan oleh seniman lokal, Ade Suarsa. Selain menampilkan alat musik tersebut, Langgir Badong juga diserahkan sebagai cinderamata kepada Wali Kota Malang. Rencananya, alat musik ini akan dipajang di museum budaya di Kota Malang.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#bogor #Langgir Badong #alat musik #bambu #Ade Suarsa