Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Pasar Tumpah di Dekat Istana Bogor, Warga Protes Premanisme dan Lambannya Penertiban

Dhimas Ginanjar • Selasa, 31 Desember 2024 | 10:28 WIB

 

Spanduk penolakan pasar tumpah di Jalan Merdeka Bogor. (Istimewa)
Spanduk penolakan pasar tumpah di Jalan Merdeka Bogor. (Istimewa)

JawaPos.com – Polemik pasar tumpah di sepanjang Jalan Merdeka, Kota Bogor, terus menjadi sorotan. Meski Satpol PP telah menertibkan 43 kios bangunan liar tanpa izin, warga tetap mendesak penertiban menyeluruh untuk mengatasi persoalan yang meresahkan tersebut.

Ketua RT 01 RW 03, Rama, menyatakan bahwa keberadaan pasar tumpah telah merugikan warga. Ia juga menyoroti lambannya tindakan aparat dalam menangani premanisme yang masih terjadi di kawasan itu.

“Kami sangat menyayangkan lambannya tindakan dari pihak berwenang. Premanisme dan aktivitas pasar tumpah di sini sangat meresahkan warga,” tegas Rama, Senin (30/12).

Warga juga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap anggota DPRD Kota Bogor yang dianggap hanya mendengarkan satu pihak tanpa memberikan tanggapan terhadap surat permohonan audiensi warga.

“Sebagai wakil rakyat, seharusnya mereka mendengarkan keluhan kami. Namun, aspirasi kami diabaikan. Ini sangat mengecewakan,” tambah Rama.

Sebagai bentuk protes, warga memasang baliho dan spanduk di sepanjang Jalan Merdeka untuk menolak keberadaan pasar tumpah dan premanisme. Mereka juga melayangkan surat terbuka kepada Polresta Bogor dan Satpol PP, mendesak langkah tegas segera diambil.

“Kami memperingatkan, jika aparat tidak segera menindak tegas, kami akan mengambil tindakan sendiri demi ketertiban umum,” ancam Hasan, salah satu perwakilan warga.

Hasan juga mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan perwakilan pedagang yang mendukung penertiban menyeluruh. Pedagang meminta agar pemerintah tidak hanya fokus pada relokasi, tetapi juga memastikan tempat baru tetap ramai dan menarik pembeli.

“Saya sudah bertemu para pedagang. Mereka meminta dua hal: penertiban menyeluruh di Jalan Merdeka dan rekayasa lalu lintas di depan Pasar Mawar agar lokasi baru tetap ramai pasca relokasi,” jelas Hasan.

Pasar tumpah di Jalan Merdeka yang berjarak hanya satu kilometer dari Istana Bogor ini menjadi perhatian luas masyarakat. Warga berharap pemerintah dan aparat segera merespons keluhan mereka untuk mengembalikan kenyamanan lingkungan.

Penertiban pasar tumpah yang menyeluruh serta solusi strategis, seperti rekayasa lalu lintas dan relokasi efektif, diharapkan dapat menjadi jawaban atas persoalan yang telah berlangsung lama. Warga pun mengimbau agar pihak berwenang bertindak cepat sebelum situasi semakin memanas.

Editor : Dhimas Ginanjar
#pasar tumpah #satpol pp #bogor #baliho