JP Bogor - Mulai tahun 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akan menerapakan sistem satu arah di Jalan Mayor Oking yang sebelumnya dua arah. Perubahan sistem jalur ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang hinga kini terus terjadi di Jalan Kapten Muslihat dekat pintu masuk dan keluar Stasiun Bogor.
Seperti yang diketahui, Jalan Mayor Oking, yang berfungsi sebagai akses utama kendaraan keluar-masuk Stasiun Bogor, terhubung langsung dengan Jalan Kapten Muslihat.
Namun, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menyampaikan pada Rabu (25/12/2024) bahwa Jalan Mayor Oking kini mengalami penyempitan. Hal ini disebabkan oleh keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan sebagian besar ruas jalan tersebut.
"Kalau dibuat satu arah, arus kendaraan akan lebih lancar karena tidak ada pertemuan kendaraan," ujar Marse dilansir dari ANTARA.
Sebelumnya pada 17 September lalu, Satpol PP Kota Bogor telah menertibkan sekitar 120 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Mayor Oking. Namun, tak berselang lama, para pedagang kembali memenuhi area tersebut.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, saat ini Jalan Mayor Oking dipenuhi oleh gerobak dagangan PKL yang berjajar di sepanjang pagar Stasiun Bogor. Kondisi ini menyebabkan jalan yang seharusnya bisa digunakan untuk dua jalur kendaraan kini hanya menyisakan satu jalur.
Baca Juga: Polresta Bogor Kota Larang Konvoi dan Knalpot Brong saat Malam Tahun Baru, Bisa Picu Kecelakaan
Melihat kondisi tersebut, Marse menegaskan bahwa masalah PKL ini akan didiskusikan lebih mendalam bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa menemukan solusi yang tidak merugikan semua pihak.
Setelah perubahan ini diterapkan, nantinya pengendara yang melaju dari Jalan Kapten Muslihat menuju Jalan Mayor Oking harus memutar dahulu di Jalan Perintis Kemerdekaan. Selanjutnya, kendaraan akan diarahkan ke Jalan Merdeka kemudian berbelok ke Jalan MA Salmun.
"Kami pun akan menutup u-turn di Jalan Kapten Muslihat yang kerap digunakan kendaraan dan epjalan kaki untuk menyebrang dengan beton, supaya tidak ada yang masuk ke stasiun dari sana. Karena ini ilegal dan juga menjadi salah satu penyebab macet di Jalan Kapten Muslihat," tegas Marse dilansir dari Radar Bogor.
Selain menerapkan sistem satu arah di Jalan Mayor Oking, Marse juga berencana mulai membuka laybay atau cerukan yang telah dibangun oleh Dishub untuk dijadikan lokasi pemberhentian angkot.
Langkah ini bertujuan mencegah angkot berhenti di badan jalan, yang sering kali mengurangi lebar jalan dan memicu kemacetan.
Kebijakan tersebut juga akan mulai diterapkan pada awal tahun 2025, setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berakhir.
"Selama ini kami belum buka laybay itu karena menunggu aktivasi dari Skybridge Stasiun Bogor-Stasiun Paledang. Namun sampai sekarang belum juga ada informasi kapan skybridge itu beroperasi. Kami putuskan untuk mulai mengoperasikan laybay itu tahun depan," ujarnya.
Editor : Candra Mega Sari