Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mengenal Totopong, Ikat Kepala Khas Sunda yang Unik dan Punya Filosofi

Fabian Nathaniel Putra Adya • Rabu, 11 Desember 2024 | 15:00 WIB

Ikat kepala khas Jawa Barat yang bernama Totopong
Ikat kepala khas Jawa Barat yang bernama Totopong

JP Bogor – Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan aneka ragam budaya tradisional yang dimiliki setiap suku yang ada. Setiap suku atau daerah di Indonesia memiliki ciri khas nya sendiri, salah satunya adalah penutup kepala.

Di Jawa Barat khususnya masyarakat Sunda, terdapat sebuah penutup kepala yang terbuat dari kain yang dikenal dengan sebutan ikat, atau totopong. Totopong merupakan pelindung kepala yang berfungsi sebagai pelengkap pakaian khas Jawa Barat.

Bentuk totopong mirip dengan blangkon di Jawa Tengah atau udeng di Bali. Pada zaman dahulu, dalam tradisi Sunda, totopong juga mencerminkan kelas dalam masyarakat, hal ini menunjukkan perbedaan kedudukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, penutup kepala khas Sunda ini juga menjadi bagian dari kelengkapan berbusana yang digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan budaya yang dikaitkan dengan nilai budaya, atau adat istiadat serta pandangan hidup dari masyarakat Sunda.

Pada tahun 2012 lalu, ikat kepala totopong ini secara resmi diperkenalkan oleh Pemerintahan Kota Bogor kepada para turis mancanegara yang datang, sebagai salah satu ciri khas tradisional dari masyarakat Sunda.

Baca Juga: Mengenal Aplikasi SiBadra, Inovasi Pemerintah Kota Bogor Dalam Melayani Pengaduan Masyarakat

Totopong merupakan kain batik bermotif Sunda yang memiliki bentuk persegi dengan ukuran sekitar 50×50 cm. Kain ini kemudian diikatkan pada kepala dan dibentuk sesuai dengan variasi-variasi yang bermacam-macam.

Terdapat tujuh variasi bentuk dalam ikat kepala totopong, yaitu bentuk barambang semplak, parekos nangka, parekos jengkol, tutup liwet, lohen, porten, dan kole nyangsang. Semua variasi totopong mempunyai keunikannya masing-masing.

Totopong tidak hanya sekadar penutup kepala, namun mengandung makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Sunda. Pemakaian totopong melambangkan seorang pria Sunda yang berbudi pekerti luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, dan mampu mengendalikan diri.

Selain sebagai simbol identitas dan estetika, totopong juga memiliki fungsi praktis. Pada masa lalu, totopong sering digunakan dalam kegiatan bela diri, menunjukkan bahwa pemakainya memiliki keterampilan dan keberanian. Dengan demikian, totopong menjadi representasi dari kekuatan, kegagahan, dan kearifan seorang pria Sunda.

Meskipun sering muncul dalam film Kabayan, totopong memiliki beragam bentuk dan variasi yang unik. Setiap variasi totopong memiliki keistimewaan dan makna tersendiri.

Baca Juga: Pesona Curug Putri Pelangi, Permata Tersembunyi di Kaki Gunung Salak dengan Kolam Alami yang Menyegarkan

Editor : Candra Mega Sari
#ikat kepala #Totopong #sunda #jawa barat