JawaPos.com – PT PLN memprediksi jumlah pengguna mobil listrik akan meningkat hingga 2,5 kali lipat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sebanyak 2.700 unit mobil listrik.
"Nataru tahun lalu sekitar 2.700. Di tahun ini akan lebih dari 7.700 atau 7.800, atau bahkan bisa mendekati 8.000 unit," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (9/12).
Dia mengatakan, sebagai antisipasi meningkatnya penggunaan mobil listrik, PLN menyiapkan sebanyak 2.490 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). SPKLU itu akan disebar di 1.745 titik strategis di seluruh Indonesia.
Menurut Darmawan, jumlah itu meningkat delapan kali lipat dibandingkan dengan periode Nataru tahun 2023. Prinsipnya, PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan yang memadai guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik.
"Khusus untuk pengguna jalur trans Jawa dan trans Sumatera, PLN menyiapkan 500 SPKLU yang tersebar di 297 lokasi. Jumlah SPKLU yang disiagakan ini meningkat 8 kali lipat dari periode Nataru sebelumnya. Secara rata-rata SPKLU tersedia di setiap 23 kilometer pada setiap jalur mudik," jelasnya.
Selain menyiapkan SPKLU, tutur Darmawan, pihaknya juga telah membentuk tim khusus atau special force siaga Nataru. Dengan menerjunkan 81.591 personel yang bersiaga di 1.853 posko seluruh Indonesia.
Khusus untuk di SPKLU, pihaknya menambah sekitar 6.000 personel yang akan melayani kebutuhan pengisian kendaraan listrik 24 jam. Langkah itu diharapkan dapat menekan potensi terjadinya antrean kendaraan di SPKLU di sepanjang jalur mudik Nataru.
"Tahun lalu alhamdulillah antrean di SPKLU bisa kami kelola dengan baik. Nah, tentu saja di tahun ini harapan kami juga antrean di SPKLU bisa berjalan lebih lancar lagi," imbuhnya.
Editor : Bayu Putra