Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Sejarah Wisma Tamu IPB: Tempat yang Dahulu Jadi Peristirahatan Tuan Tanah Belanda

Rafli Abdullah Santosa • Rabu, 4 Desember 2024 | 10:19 WIB
Wisma Tamu IPB
Wisma Tamu IPB

JP Bogor – Belanda pernah menjajah Indonesia selama sekitar 300 tahun. Dalam rentang waktu yang panjang tersebut, para kolonial meninggalkan banyak peninggalan di berbagai wilayah Indonesia.

Peninggalan tersebut berbagai macam jenisnya seperti, bangunan, fasilitas umum, budaya, makanan, minuman,  hingga keturunan yang masih tinggal di Indonesia hingga kini.  Peninggalan tersebut dapat ditemukan di berbagai wilayah yang pernah menjadi daerah kekuasaan kolonial Belanda pada masa itu.

Begitu juga dengan yang terdapat di Bogor, yang memiliki banyak peninggalan dari masa kolonial Belanda. Salah satu peninggalan kolonial Belanda di Bogor adalah Wisma Tamu IPB.

Wisma tamu IPB dahulu merupakan sebuah landhuis atau rumah Kongsi, yakni rumah pedesaan khas Belanda. Bangunan ini dibangun oleh Gerrit Willem Casimir van Motman, seorang tuan tanah perkebunan teh dan kopi di Dramaga dan Jasinga.

Setelah kematiannya, Gerrit van Motman mewariskan perkebunan yang luas kepada dua anaknya. 

Perkebunan di Jasinga diberikan kepada anak pertama, sementara perkebunan di Dramaga diwariskan kepada anak kedua. Komoditas yang ditanam di perkebunan tersebut meliputi serai wangi, teh, dan karet.

Anak keduanya, Jacob Gerrit Theodorus van Motman, yang mewarisi perkebunan Dramaga, juga tinggal di landhuis tersebut setelah ayahnya. Bangunan itu kemudian ditempati secara berturut-turut oleh Pieter Reinier van Motman, Alphonse Constant Henri van Motman, hingga Pieter Reinier van Motman generasi kedua, yang dianggap menjadi penghuni terakhir landhuis.

Namun sebenarnya, anggota terakhir keluarga Van Motman yang tinggal di sana adalah Pauline Elise Laurience Marie van Motman, anak perempuan generasi keempat. Ia tinggal bersama suaminya, A. B. Pauwee, yang menjabat sebagai direktur terakhir perkebunan karet Dramaga.

Pada tahun 1958, keluarga Van Motman dan Pauwee meninggalkan Indonesia dan kembali ke Belanda, mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia saat itu yang memulangkan

warga Belanda beserta keluarganya.Setelah ditinggalkan, seluruh aset keluarga Van Motman, termasuk perkebunan karet seluas 250 hektar dan landhuis-nya, diambil alih oleh pemerintah Indonesia.

Aset tersebut kemudian diserahkan kepada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, yang kini menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sejak dikelola IPB, bangunan landhuis tersebut berfungsi untuk berbagai keperluan:

Kini, sejak 12 Januari 2023, bangunan tersebut resmi menjadi Museum dan Galeri IPB Future, yang melestarikan sejarah dan semangat inovasi kampus IPB.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#tuan tanah #landhuis #belanda #ipb #Wisma Tamu