JP Bogor – Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata dan tempat healing yang populer, Sentul sudah terlebih dahulu terkenal dengan adanya Sirkuit Internasional Sentul. Pembangunan sirkuit ini awalnya bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah ajang balap F1. Namun, ajang balap F1 tersebut tidak pernah terealisasikan.
Meskipun demikian, Sirkuit Internasional Sentul tetap tercatat sebagai salah satu sirkuit bersejarah di Indonesia. Pasalnya, sirkuit ini pernah menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan MotoGP, yang untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia.
Nama-nama besar seperti Max Biaggi, Valentino Rossi, dan Tadayuki Okada pernah merasakan lintasan sirkuit bersejarah ini, saat MotoGP masih diselenggarakan di Sirkuit Internasional Sentul. Kala itu, balapan motor bergengsi di dunia ini masih bernama Grand Prix 500cc dan menggunakan mesin 2 tak. Selain mempertandingkan kelas 500cc, MotoGP juga mempertandingkan kelas 250cc dan 125cc. Legenda MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, menjadi juara di kelas 125cc, ketika masih berusia 18 tahun.
Ide untuk membangun sirkuit di wilayah Sentul muncul karena Indonesia saat itu membutuhkan sirkuit balap baru setelah Sirkuit Ancol tidak lagi beroperasi. Tommy Soeharto, putra bungsu Presiden Soeharto, memulai realisasi visinya untuk membangun sirkuit internasional dengan bekerja sama dengan Tinton Soeprapto, seorang tokoh otomotif terkenal, serta Tungki Ariwibowo.
Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1986, dan proyek pembangunan sirkuit ini langsung dikebut. Desain sirkuit dibuat sesuai dengan standar internasional, dengan lebar lintasan 15 meter dan menggunakan aspal impor jenis Porus. Total biaya proyek ini mencapai Rp120 miliar.
Namun, proyek ini sempat tertunda lantaran masalah pendanaan. Meskipun begitu, semangat yang tinggi dan kerja sama berbagai pihak telah memastikan pembangunan sirkut terus berjalan, hingga akhirnya sirkuit selesai pada tahun 1993 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Sebelum Indonesia menyelenggarakan MotoGP pertama kalinya, negara ini sudah menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor internasional lainnya, yakni World Superbike (WSBK), yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sentul pada 1994 hingga 1997. Gelaran WSBK di Sentul antara tahun 1994 hingga 1997 ini membantu meningkatkan popularitas Sirkuit Sentul.
MotoGP pertama kali digelar di Sirkuit Internasional Sentul pada 26 hingga 28 September 1997 dengan nama Marlboro Indonesia Grand Prix 1997. Namun, krisis moneter yang terjadi pada 1997-1998 membuat Indonesia menghentikan penyelenggaraan MotoGP.
Pada tahun 2006 hingga 2007, Sirkuit Sentul menjadi tuan rumah ajang balapan mobil internasional bergengsi, A1 Grand Prix, yang diikuti oleh tim-tim nasional dari berbagai negara. Kejuaraan ini hanya berlangsung dua kali, pada Februari 2006 dan Desember 2007.
MotoGP akhirnya kembali ke Indonesia, namun bukan di Sirkuit Sentul, melainkan di Sirkuit Mandalika di Lombok. Selain itu, Sirkuit Sentul juga pernah digunakan untuk salah satu cabang olahraga di Asian Para Games 2018. Hingga kini, Sirkuit Internasional Sentul tetap eksis dan berdiri kokoh.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah