Banyak museum di Indonesia, termasuk di Bogor yang menawarkan pengalaman edukatif yang menyenangkan. Salah satunya adalah Museum Tanah dan Pertanian yang terletak di dekat Kebun Raya Bogor, tepatnya di Jl. Ir. H. Juanda No.98, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Berdiri sejak 29 September 1988, Museum Tanah awalnya didirikan untuk mengoleksi dan memamerkan berbagai jenis tanah di Indonesia. Namun, berkat inisiatif Prof. Dr. Sjarifudin Baharsjah dan dukungan penuh dari Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, museum ini kemudian diperluas menjadi Museum Tanah dan Pertanian.
Peresmiannya pada 22 April 2019 menandai tonggak penting dalam upaya pelestarian pengetahuan tentang sumber daya alam dan pertanian Indonesia.
Museum ini menyajikan koleksi yang sangat kaya dan beragam, mulai dari sampel tanah dari berbagai wilayah di Indonesia, batuan, alat-alat survei tanah, hingga teknologi pertanian modern. Pengunjung dapat menjelajahi empat ruangan utama yang disusun secara tematik, memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang karakteristik tanah di Indonesia dan perkembangan teknologi pertanian dari masa ke masa.
Koleksi museum ini terbagi dalam enam sektor utama, yaitu monolit, berbagai jenis batuan, alat-alat survei, teknologi pengolahan tanah, beragam peta, serta informasi dan berita lainnya.
Selain memiliki berbagai koleksi tanah dan batuan, museum ini juga menyajikan sejarah perkembangan pertanian di Indonesia. Di lantai pertama, pengunjung dapat mempelajari tentang praktik pertanian tradisional sebelum masa kolonial hingga masa kolonial. Lantai dua menampilkan replika peralatan pertanian yang digunakan setelah Indonesia merdeka, sedangkan lantai tiga menyajikan teknologi pertanian modern seperti drone pertanian.
Jika anda tertarik mengunjungi Museum Tanah dan Pertanian, museum ini buka untuk umum dari hari Selasa hingga Jumat, pukul 09.00-15.00 WIB, dan pada hari Sabtu pukul 09.00-12.00 WIB. Museum tutup pada hari Minggu, Senin, dan hari libur nasional. Pengunjung dapat menikmati semua fasilitas museum tanpa dipungut biaya.
Editor : Candra Mega Sari