JP Bogor – Usai mengucapkan sumpah di hadapan sidang MPR Minggu (20/10) lalu bersama Wapres Gibran Rakabuming Raka, Presiden Prabowo Subianto langsung mengumumkan susunan kabinet pada malam harinya. Kabinet yang dinamai Kabinet Merah Putih itu berisi 48 menteri dan 56 wakil menteri.
Salah satu nama yang ditunjuk oleh Prabowo untuk mengisi jabatan sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri adalah Bima Arya Sugiarto. Bersama Ribka Haluk, Bima akan mendampingi Tito Karnavian yang ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.
Bagi masyarakat Kota Bogor, Bima bukanlah sosok asing. Bima merupakan mantan Wali Kota Bogor 2 periode. Periode pertama dari 7 April 2014 sampai 7 April 2019, dan periode kedua dari 20 April 2019 sampai dengan 20 April 2024.
Bima Arya Sugiarto lahir di Paledang, Kota Bogor pada tanggal 17 Desember 1972. Bima merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, dan seluruh keluarga besarnya berasal dari Bogor. Pendidikan dasar hingga SMA-nya ditamatkan di Bogor.
Bima adalah putra dari Toni Sugiarto, seorang perwira polisi. Toni wafat pada tahun 1997. Saat itu, dia masih menjabat sebagai anggota DPR dari fraksi ABRI dengan pangkat brigjen.
Setelah lulus SMA pada 1991, Bima kuliah di Universitas Parahyangan Bandung dan mengambil jurusan Hubungan Internasional. Saat kuliah, Bima sangat aktif dalam kegiatan organisasi. Ia pernah menjadi wakil ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) di Unpar.
Selain itu, Bima pernah menjadi Ketua II Senat Mahasiswa FISIP dan Badan Pekerja Sekretariat Forum Mahasiswa HI Indonesia.
Puncak karir organisasinya saat kuliah adalah pada tahun 1995, di mana Bima menjadi ketua umum Panitia Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) ke VII di Gedung Asia Afrika Bandung.
Setelah lulus dari Unpar, Bima melanjutkan studinya di Monash University, Melbourne dan meraih gelar Master of Arts pada tahun 1998.
Selanjutnya, pada tahun 2002, Bima mendapat beasiswa dari pemerintah Australia untuk menempuh program doktor ilmu politik di Australian National University Canberra Australia. Dia meraih gelar doktor Ilmu Politik pada tahun 2008.
Sejak 7 April 2014 hingga 20 April 2024 atau selama dua periode, Bima menjadi wali kota Bogor yang membawa banyak prestasi bagi Kota Bogor.
Melansir dari laman resmi Kota Bogor, pada masa kepemimpinan dari Bima, Kota Bogor telah meraih sebanyak 384 penghargaan baik nasional maupun internasional.
Kota Bogor juga berhasil mendapatkan Piala Adipura 2 kali berturut-turut, setelah puasa selama 28 tahun. Selain itu, di bawah kepemimpinan Bima Arya, Kota Bogor juga dinobatkan sebagai kota paling toleran ke-3 se Indonesia.
Selain penghargaan yang telah dicapainya untuk Kota Bogor semasa menjabat menjadi walikota Bogor, Bima Arya juga beberapa kali mendapatkan penghargaan individu, seperti Wali Kota Entrepreneur Award 2017.
Sebelum ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima sempat menjadi Ketua Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia periode 2021–2024.
Editor : Bayu Putra