JP Bogor – Lifter Jawa Barat Dewani Ramadhan meraih medali emas nomor 76 kilogram putri di cabang angkat besi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Atlet asal Kota Bogor itu memiliki total angkatan 205 kilogram pada pertandingan di GOR Seramoe, Banda Aceh, Sabtu (7/9).
Dilansir dari Antara, Dewani memiliki catatan angkatan snatch terbaik di 89 kilogram, dan angkatan clean and jerk terbaik pada 116 kilogram.
Ia sempat berusaha melampaui rekor nasional clean and jerk dengan mencoba mengangkat 121 kilogram pada percobaan ketiganya, tetapi ia gagal mengangkatnya.
Dewani sempat gagal dalam percobaan angkatan snatch pertamanya, yakni saat mengangkat beban 86 kilogram. Namun pada percobaan kedua dan ketiga, ia berhasil mengangkat beban 86 dan 89 kilogram.
Untuk angkatan clean and jerk, Dewani dua kali berhasil dalam dua percobaan awalnya, yakni 112 kilogram dan 116 kilogram. Ia hanya gagal pada percobaan clean and jerk ketiganya, setelah memastikan raihan medali emas.
Ini merupakan raihan medali emas kedua bagi kontingen Jabar dari angkat besi pada PON Aceh-Sumut 2024. Sebelumnya, lifter kelas 64 kilogram putri Tsabitha Alfiah Ramadhani, telah lebih dahulu merebut medali emas pada Jumat.
Medali perak kelas 76 kilogram didapat lifter Aceh Nadita Aprilia, dengan total angkatan 202 kilogram. Nadita memiliki catatan angkatan snatch terbaik 88 kilogram, dan angkatan clean and jerk terbaik 112 kilogram.
Ia sempat berusaha menyaingi Dewani dengan mengangkat beban seberat 118 kilogram pada dua percobaan terakhir clean and jerk, tetapi gagal.
Sedangkan medali perunggu menjadi milik lifter Jambi Melinda Gusti. Melinda memiliki catatan total angkatan 202 kilogram. Dengan catatan snatch terbaik 88 kilogram dan catatan clean and jerk terbaik 114 kilogram.
Angkat besi kelas 76 kilogram putri pada PON Aceh-Sumut 2024 diikuti oleh sembilan peserta. Selain Dewani, Nadita, dan Melinda, ada Ery Oktavianda (Sumatera Utara), Anis Nur Romadoni (Jawa Tengah), Erni Wuka (Papua Pegunungan), Peratiwi (Kalimantan Barat), dan Fenna Yuliyani (Lampung).
Editor : Bayu Putra