JP Bogor - Kurang minum air putih adalah masalah dehidrasi yang sangat umum, dengan riset menunjukkan hampir 47 persen orang dewasa tidak memenuhi kebutuhan cairan harian mereka.
Tanda-tanda dehidrasi akibat kurang minum air putih ini sering tidak disadari karena gejalanya menyentuh hampir setiap aspek kesehatan fisik dan mental seseorang.
Dari sakit kepala kronis hingga perubahan suasana hati, dampak kurang minum air putih jauh lebih luas dari sekadar rasa haus yang biasa dirasakan.
Dilansir dari laman YourTango, ada sebelas tanda yang menurut riset menunjukkan seseorang belum cukup minum air putih dan perlu segera meningkatkan asupan cairan harian mereka.
Baca Juga: Waspada! 6 Makanan Tinggi Natrium yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Tubuh
1. Sering Mengidam Makanan Asin
Seseorang yang mengalami dehidrasi kronis cenderung mendambakan makanan asin karena tubuh mencari natrium dan elektrolit yang tidak didapat dari cairan.
Jurnal Current Nutrition Reports menjelaskan bahwa keinginan akan makanan tertentu sering terhubung pada proses internal tubuh, bukan semata-mata karena lapar.
2. Selalu Memiliki Lingkaran Gelap di Bawah Mata
Riset dari studi tahun 2015 mengidentifikasi dehidrasi sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kulit di bawah mata tampak kusam dan gelap secara konsisten.
Tidak mendapatkan cukup nutrisi dari hidrasi yang memadai membuat area sensitif di bawah mata menjadi lebih mudah terlihat gelap dan tidak segar.
3. Mengalami Sakit Kepala yang Berulang
Riset dari Journal of Clinical Neuroscience menemukan bahwa frekuensi migrain, intensitas nyeri, dan durasinya secara signifikan lebih rendah pada orang yang minum lebih banyak air.
Meskipun sakit kepala bisa dipicu berbagai faktor, meningkatkan asupan air terbukti membantu mengurangi keparahan dan frekuensi kemunculannya secara nyata.
4. Kulit Kering yang Tidak Kunjung Membaik
Sebuah studi dari jurnal Skin Research & Technology menemukan bahwa asupan air memiliki efek yang sangat mirip dengan pelembab topikal terhadap kualitas kulit.
Kurang minum air putih tidak hanya menyebabkan kulit kering di permukaan, tetapi juga memengaruhi elastisitas, kondisi jerawat, dan fungsi sel kulit secara menyeluruh.
Baca Juga: Cegah Lemas dan Anemia! Ini 9 Manfaat Kurma untuk Kesehatan Tubuh saat Berbuka
5. Napas Tidak Segar Sepanjang Waktu
Sebuah studi dari Journal of Oral Medicine and Pain menemukan bahwa dehidrasi menurunkan produksi air liur yang menyebabkan gejala halitosis atau napas tidak sedap.
Bahkan jika orang yang mengalaminya tidak menyadarinya sendiri, orang-orang di sekitar biasanya dengan mudah dapat mendeteksi tanda dehidrasi yang satu ini.
6. Selalu Merasa Kekurangan Energi
Studi dari University of Connecticut menunjukkan bahwa bahkan dehidrasi ringan sudah cukup untuk menyebabkan fluktuasi energi dan memengaruhi suasana hati seseorang.
Para ahli dari Harvard Health merekomendasikan untuk mengevaluasi tingkat hidrasi terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan suplemen atau vitamin penambah energi.
7. Kesulitan Berkonsentrasi dalam Tugas Sehari-hari
Menurut studi dari jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, dehidrasi yang berlangsung lama secara signifikan memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan koordinasi motorik.
Kesulitan mengambil keputusan, berpikir kritis, atau fokus pada pekerjaan yang menuntut perhatian tinggi bisa menjadi tanda jelas kurangnya asupan cairan harian.
8. Bibir yang Selalu Kering dan Pecah-Pecah
Air yang diminum sebagian besar dialirkan ke organ vital, namun kulit tetap mendapatkan manfaat dari hidrasi yang cukup termasuk area sensitif seperti bibir.
Kondisi eksternal seperti cuaca dingin atau paparan sinar matahari bisa memperparah bibir pecah-pecah, terutama jika asupan air harian juga tidak mencukupi.
9. Pemulihan Setelah Olahraga yang Lambat dan Menyulitkan
Sebuah studi dari Journal of Human Kinetics menegaskan bahwa hidrasi sangat penting tidak hanya untuk performa olahraga tetapi juga untuk proses pemulihan yang optimal.
Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan setelah berolahraga, seseorang akan merasa lebih buruk daripada sebelum memulai sesi latihan mereka.
10. Sering Mengalami Kram Otot
Riset dari BMJ Open Sport & Exercise Medicine menemukan bahwa dehidrasi membuat otot jauh lebih rentan terhadap kram, baik saat beristirahat maupun saat beraktivitas.
Tidak hanya air putih, tubuh juga membutuhkan elektrolit untuk mengatasi kram otot dan mengisi kembali mineral yang telah habis terpakai.
11. Menjadi Lebih Mudah Marah dan Emosional
Para ahli dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa tingkat hidrasi yang rendah dapat menyebabkan gangguan tidur, masalah kognitif, dan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi suasana hati.
Seseorang mungkin tidak menyadari mengapa mereka merasa mudah marah, padahal tubuh sedang mengirimkan sinyal jelas bahwa mereka kurang minum air putih.
Baca Juga: Cegah Lemas dan Anemia! Ini 9 Manfaat Kurma untuk Kesehatan Tubuh saat Berbuka
Editor : Candra Mega Sari