Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Waspada! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Picu Hormon Stres Berlebih dan Turunkan Imun

Rabbany Wanadriani • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:17 WIB
Ilustrasi rutinitas yang tanpa disadari membuat kadar kortisol tetap tinggi (Magnific)
Ilustrasi rutinitas yang tanpa disadari membuat kadar kortisol tetap tinggi (Magnific)

JP Bogor - Kortisol adalah elemen kunci dalam menjaga metabolisme dan energi tubuh. Meski bermanfaat untuk membantu kita beradaptasi dengan stres, kadar yang berlebihan justru dapat merusak kesehatan.

Jika tidak dikelola, kortisol tinggi secara kronis dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gangguan kecemasan, hingga menurunnya massa otot dan sistem kekebalan tubuh.

Banyak orang tidak menyadari bahwa gaya hidup sehari-hari menjadi faktor utama meningkatnya hormon ini. Melansir dari NDTV, terdapat lima rutinitas yang tanpa disadari membuat kadar kortisol tetap tinggi dan membahayakan kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Bukan Cuma Daging, Ini 6 Jenis Buah Kaya Zat Besi untuk Tambah Energi

1. Melewatkan Sarapan

Melewatkan sarapan dapat menyebabkan peningkatan produksi kortisol.

Ketika Anda melewatkan sarapan, tubuh menganggapnya sebagai pemicu stres, yang menyebabkan peningkatan kadar kortisol untuk memobilisasi cadangan energi.

Kondisi yang meningkat ini dapat memiliki efek negatif sepanjang hari, termasuk peningkatan nafsu makan dan keinginan mengonsumsi makanan tidak sehat.

2. Konsumsi Kafein Berlebihan

Meskipun banyak orang mengandalkan kafein untuk memulai hari atau tetap waspada, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol.

Kafein merangsang sistem saraf pusat dan dapat menciptakan respons stres bahkan tanpa adanya stres fisik.

Dosis besar secara teratur dapat membuat Anda merasa gelisah atau cemas, yang selanjutnya memperburuk produksi kortisol.

3. Kurang Tidur

Tidur berkualitas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar kortisol.

Ketika Anda kurang tidur atau kualitas tidur buruk, tubuh akan mengalami stres, yang mengakibatkan produksi kortisol berlebihan.

Kurang tidur dapat memicu siklus di mana peningkatan kortisol membuat Anda semakin sulit tertidur, yang menyebabkan lebih banyak stres dan kelelahan.

4. Mengabaikan Aktivitas Fisik

Olahraga teratur diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk mengurangi stres dan mendukung berat badan yang sehat.

Namun, mengabaikan aktivitas fisik atau melakukan latihan yang terlalu intens tanpa pemulihan yang memadai dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol.

Tubuh Anda mungkin merespons olahraga intens sebagai pemicu stres, yang mengakibatkan lonjakan kortisol sementara.

5. Terus-menerus Memeriksa Ponsel

Di dunia yang sangat terhubung ini, mudah sekali untuk terpaku pada perangkat elektronik.

Notifikasi dan pembaruan media sosial yang terus-menerus menciptakan stres tingkat rendah yang konstan dan berkontribusi pada peningkatan kadar kortisol.

Tekanan untuk merespons dan tetap terhubung dapat menyebabkan kelelahan mental dan peningkatan kecemasan.

Baca Juga: Kaya Likopen! Ini 5 Manfaat Rutin Minum Jus Tomat Setiap Pagi untuk Tubuh

Editor : Candra Mega Sari
#kortisol #kebiasaan #stres #rutinitas