Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

5 Album Ikonik untuk Pendengar Baru yang Ingin Menjelajahi Dunia Britpop

Abdul Hamid Dhaifullah • Selasa, 17 Juni 2025 | 15:00 WIB
Blur dengan tulisan salah satu album mereka. (pinterest.com)
Blur dengan tulisan salah satu album mereka. (pinterest.com)

JP Bogor – Britpop bukan hanya aliran musik, ia adalah gerakan budaya, ledakan identitas, dan soundtrack dari Inggris tahun 90-an yang penuh semangat dan penuh warna. Meski banyak musisi yang enggan mengasosiasikan diri dengan label "Britpop", tak bisa dipungkiri bahwa gerakan ini lahir dan tumbuh dari karya-karya mereka yang memadukan nostalgia rock Inggris klasik dengan semangat generasi baru.

Bagi siapa pun yang ingin menjelajahi Britpop dari titik awal, lima album ini bukan hanya pintu masuk, tapi mereka adalah fondasi awal. Rekaman-rekaman ini menyalakan sumbu, meniupkan nyawa, dan memantapkan Britpop sebagai kekuatan besar dalam sejarah musik.

Berikut ini lima album Britpop untuk kamu yang baru mulai ingin mendengarkannya mengutip dari loudersound.com!

1. Suede – Suede (1993)

Saat musik gitar Inggris sedang lesu pasca-Madchester, Suede datang bagaikan badai glamor. Di tengah dominasi Grunge Amerika dan kebosanan terhadap Ahoegaze, Suede muncul dengan energi baru yang merayakan absurditas kehidupan Inggris sehari-hari, glamour yang ganjil, sensual, namun tak mengabaikan nuansa punk yang tajam. Album debut ini menempati puncak tangga lagu, menandakan lahirnya era baru. Suede bukan hanya membuka jalan bagi Britpop, tapi mereka menyalakan obornya.

2. Blur – Modern Life Is Rubbish (1993)

Setelah kegagalan turnya di AS, Damon Albarn memutuskan bahwa Blur harus kembali pada akar Inggris. Modern Life Is Rubbish adalah album yang memeluk kejenuhan hidup urban dan menghadirkannya dalam melodi pop yang cerdas dan sinis. Bersama produser Stephen Street, Blur menemukan suara khas mereka, chorus meriah, gitar jernih, dan lirikan tajam terhadap masyarakat Inggris. Tanpa album ini, Parklife (1994) takkan pernah lahir. Di sinilah Blur sesungguhnya dimulai.

3. Oasis – Definitely Maybe (1994)

Meski mereka membantah menjadi bagian dari Britpop, Definitely Maybe milik Oasis adalah jantungnya. Dengan semangat Beatles dan taring Sex Pistols, Oasis menghadirkan lagu-lagu tentang mimpi, pelarian, dan rasa tak terbendung untuk menjadi besar. Lagu-lagu seperti Live Forever dan Supersonic menjadi himne generasi muda pekerja yang haus akan perubahan. Di tangan Gallagher bersaudara, Britpop tak lagi sekadar musik, ia menjadi gaya hidup, lengkap dengan sepak bola, bir, dan keberanian untuk bermimpi besar.

 4. Elastica – Elastica (1995)

Justine Frischmann keluar dari bayang-bayang Suede dan memimpin Elastica dengan suara tajam dan sikap tak peduli. Album debut mereka adalah dentuman post-punk yang seksi, cepat, dan sinis. Lagu-lagu seperti Connection dan Waking Up menangkap denyut hedonisme London era 90-an dengan sempurna. Meskipun karier mereka singkat, Elastica meninggalkan jejak yang tak tergantikan. Mereka membawa perspektif perempuan ke dalam dunia Britpop yang terlalu didominasi pria.

5. Pulp – Different Class (1995)

Tak ada yang menunggu momen mereka sebaik Pulp. Setelah hampir dua dekade di pinggiran, Different Class membuat mereka menjadi bintang semalam. Jarvis Cocker, dengan lirikan cerdas dan tajam, menjadikan realitas kelas pekerja dan drama dapur sebagai tontonan besar. Common People bukan hanya lagu, namun ia adalah pernyataan budaya. Pulp membawa eksentrik ke panggung utama, dan mereka tahu pesta ini tak akan selamanya. Tapi untuk sesaat, mereka adalah pusat semesta Britpop. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#inggris #album #britpop #musik