Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Dampak Buruk Polusi Udara bagi Kesehatan dan Lingkungan

Talitha Sakha Althafah • Minggu, 1 Juni 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi asap pabrik. (Pexels)
Ilustrasi asap pabrik. (Pexels)

JP Bogor – Setiap hari kita bernapas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, sehingga kualitas udara yang kita hirup menjadi sangat penting. Sayangnya, udara bersih kini semakin sulit didapat karena pencemaran udara tak bisa sepenuhnya dihindari.

Polusi udara bisa berasal dari berbagai sumber, dan sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia—seperti pembakaran sampah, penggunaan kayu bakar, serta emisi kendaraan bermotor. Itulah mengapa pemerintah terus mendorong penggunaan transportasi umum.

Namun, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki sistem transportasi umum yang memadai. Hal ini membuat upaya mengurangi polusi melalui pengurangan kendaraan pribadi menjadi sulit diterapkan.

Padahal, paparan udara kotor dalam jangka panjang dapat menjadi pemicu berbagai penyakit kronis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat bahwa polusi udara menyebabkan sekitar 7 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia.

Selain membahayakan manusia, polusi udara juga berdampak negatif bagi lingkungan, misalnya memicu kabut asap dan hujan asam yang dapat merusak ekosistem tumbuhan.

Di Indonesia sendiri, Jakarta pernah tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi kelima di dunia. Hal ini terjadi saat musim kemarau, ketika kualitas udara memburuk drastis hingga menyebabkan penurunan jarak pandang.

Tak hanya menurunkan kualitas hidup, polusi udara juga dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, antara lain:

1. Kanker Kulit

Udara yang tercemar mengandung partikel debu, asap, dan zat polutan yang bisa menempel di permukaan kulit. Jika dibiarkan, zat-zat ini dapat menyumbat pori-pori dan menghambat kulit “bernapas”. Sejumlah kandungan berbahaya dalam polusi udara juga bisa masuk ke dalam sistem peredaran darah dan memicu peradangan di kulit maupun pembuluh darah.

2. Gangguan Kehamilan

Paparan polusi udara berisiko tinggi bagi ibu hamil dan janin yang dikandung. Dampaknya bisa berupa kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, autisme, bahkan kematian janin. Ini terjadi karena polusi memicu peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh.

3. Masalah Pernapasan

Menghirup udara kotor dalam waktu lama dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan, seperti rhinitis—peradangan pada rongga hidung. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal, hingga produksi lendir berlebih. Karena sistem pernapasan terhubung langsung dengan paru-paru, maka paparan polusi yang terus-menerus juga dapat merusak fungsi paru-paru dan saluran napas secara keseluruhan. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#pulusi udara #lingkungan #kesehatan #dampak