Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Kenali Jenis-Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Letaknya, Jangan Anggap Sepele!

Talitha Sakha Althafah • Minggu, 25 Mei 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi orang sakit kepala. (Pexels)
Ilustrasi orang sakit kepala. (Pexels)

JP Bogor - Sakit kepala merupakan keluhan umum yang kerap dialami banyak orang. Karena frekuensinya yang tinggi, tidak sedikit yang menganggap remeh kondisi ini dan mengaitkannya hanya dengan stres atau terlalu banyak pikiran. Padahal, sakit kepala bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Ada berbagai jenis sakit kepala, mulai dari yang umum dikenal hingga yang berkaitan langsung dengan struktur di dalam kepala. Karena penyebabnya beragam, penanganannya pun berbeda-beda tergantung jenis dan lokasi rasa sakitnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis sakit kepala yang diklasifikasikan berdasarkan letaknya.

1. Migrain

Sakit kepala yang terasa hanya di satu sisi kepala dengan sensasi berdenyut biasanya dikenal sebagai migrain. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita.

Meskipun migrain umumnya muncul di bagian samping kepala, namun tidak menutup kemungkinan bisa dirasakan juga di bagian depan atau atas kepala.

Salah satu alasan mengapa migrain lebih banyak menyerang wanita adalah karena adanya kaitan dengan faktor hormonal, seperti saat menstruasi. Selain itu, konsumsi makanan atau minuman tertentu, seperti kafein dan alkohol, juga bisa memicu migrain.

Penderita migrain umumnya menjadi lebih sensitif terhadap cahaya dan suara, karena rangsangan tersebut dapat memperparah gejala. Dalam kondisi yang lebih parah, migrain juga bisa disertai dengan mual hingga muntah

2. Sakit kepala cluster

Jenis sakit kepala yang biasanya terasa di belakang mata dan hanya di satu sisi kepala ini dikenal cukup menyakitkan. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang merokok atau mengonsumsi alkohol.

Rasa sakit yang ditimbulkan bisa sangat intens, seperti ditusuk-tusuk, dan sering kali disertai gejala lain seperti mata merah dan berair, serta hidung tersumbat.

Serangan sakit kepala ini dapat berlangsung antara 10 menit hingga 3 jam, dan sering kali terasa cukup mengganggu bagi penderitanya.

Baca Juga: Musim Hujan Belum Usai, Waspadai 3 Penyakit yang Sering Mengintai!

3. Trigeminal neuralgia

Trigeminal neuralgia adalah jenis sakit kepala yang disebabkan oleh gangguan atau kerusakan pada saraf otak, khususnya saraf trigeminal. Rasa nyeri yang ditimbulkan menyerupai sengatan listrik yang tajam di area wajah dan bisa terjadi berulang kali dalam sehari. Frekuensi serangannya pun bervariasi, mulai dari satu hingga 50 kali per hari.

Penderita trigeminal neuralgia bisa mengalami gejala tambahan seperti leher yang terasa kaku, pandangan menjadi kabur, kesulitan berbicara, hingga gangguan dalam pergerakan. Karena kondisinya bisa memburuk seiring waktu, jenis sakit kepala ini tidak boleh dianggap remeh. Jika gejalanya mulai dirasakan, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.

4. Sakit kepala tegang

Jenis sakit kepala ini termasuk yang paling sering dialami oleh banyak orang. Umumnya, pemicunya berasal dari faktor-faktor seperti stres, pola tidur yang tidak teratur, gangguan penglihatan, postur tubuh yang buruk, hingga perubahan pola makan.

Sakit kepala ini biasanya terasa di area dahi dan kedua sisi tengkuk, dengan sensasi seperti ditekan atau diperas dengan kuat. Meski terasa tidak nyaman, durasinya cenderung singkat dan tingkat rasa sakitnya masih tergolong ringan hingga sedang. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#jenis #migrain #sakit kepala