Namun, ternyata tidak ada hubungan yang kuat secara langsung antara kehujanan dengan demam atau flu, sehingga larangan orang tua tersebut bisa disebut mitos. Meski begitu, bukan berarti mitos itu sepenuhnya salah. Kehujanan memang tidak secara langsung menyebabkan demam dan flu, tetapi perubahan suhu tubuh yang drastis dan mendadak saat terguyur hujan inilah yang bisa memicu kita terjangkit demam serta gejala flu seperti batuk dan pilek, yang sering kali diikuti dengan sakit kepala.
Faktanya adalah, air hujan yang mengenai tubuh kita mungkin saja membawa virus yang didapat dari polusi, bakteri, atau zat asing di udara. Hal-hal itulah yang dapat menurunkan daya tahan tubuh kita dan membuat kita terjangkit penyakit seperti demam dan flu. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menerapkan gaya hidup sehat dan rutin mengonsumsi vitamin agar tubuh tetap sehat.
Terkadang hujan tidak dapat kita hindari. Cara terbaik yang bisa kita lakukan agar tidak terjangkit penyakit saat musim hujan tiba adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, jika Anda sudah terlanjur terguyur hujan, beberapa hal berikut mungkin dapat membantu agar lebih cepat pulih:
1. Mandi dan Keramas
Karena air hujan mungkin membawa polusi, virus, dan zat penyebab penyakit, tubuh Anda bisa kotor setelah kehujanan. Membersihkan diri dengan mandi dan keramas akan membuat Anda kembali bersih dan kering, sehingga merasa lebih baik.
2. Minum Obat dan Tidur
Setelah tubuh bersih dan kering, untuk meredakan sakit kepala, sebaiknya minum obat lalu beristirahat. Obat flu sering kali memiliki efek samping menyebabkan kantuk, yang akan membuat tidur Anda lebih lelap. Ketika bangun, biasanya Anda akan berkeringat dan merasa lebih ringan.
3. Banyak Minum Air Putih dan Makan Bergizi
Perubahan suhu tubuh yang drastis akibat hujan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Untuk mengembalikan kebugaran, penting untuk banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi.
Editor : Candra Mega Sari