Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Tak Hanya Makanan Manis, Ini Dia Beberapa Penyebab Terjadinya Obesitas!

Ghina Fadiah Rahma • Rabu, 14 Mei 2025 | 17:00 WIB

Penyebab obesitas (Dok. hellosehat.com)
Penyebab obesitas (Dok. hellosehat.com)
JawaPos.com - Saat mendengar kata 'obesitas', pikiran banyak orang langsung tertuju pada makanan manis seperti kue, permen, atau minuman bersoda. Meski tidak salah, faktanya obesitas tidak hanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebih. Ada banyak faktor lain yang berperan dalam peningkatan berat badan secara berlebihan, bahkan beberapa di antaranya tidak disadari oleh banyak orang.

Salah satu penyebab utama obesitas yang sering terabaikan adalah kurangnya aktivitas fisik. Di era digital saat ini, banyak pekerjaan dilakukan sambil duduk dalam waktu lama. Aktivitas harian yang minim gerak membuat kalori yang masuk ke tubuh tidak terbakar secara optimal, sehingga menumpuk dan berubah menjadi lemak.

Selain itu, pola tidur yang tidak teratur atau kurang tidur juga bisa menjadi pemicu obesitas. Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, yaitu ghrelin dan leptin. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak, terutama makanan tinggi kalori, ketika tubuhnya kelelahan.

Faktor emosional pun tidak boleh diabaikan. Banyak orang yang mengalami stres, cemas, atau depresi menjadikan makanan sebagai pelarian, kondisi ini dikenal sebagai emotional eating. Tanpa sadar, mereka mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar untuk mengalihkan emosi negatif, padahal tubuh sebenarnya tidak sedang lapar.

Selain itu, kebiasaan makan cepat juga dapat berkontribusi pada obesitas. Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari perut. Jika kita makan terlalu cepat, sering kali kita sudah kenyang tetapi terus makan karena sinyal tersebut belum sampai ke otak, sehingga asupan kalori jadi berlebihan.

Penyebab lainnya yang cukup sering terjadi adalah konsumsi makanan olahan dan cepat saji. Makanan seperti ini umumnya tinggi lemak jenuh, garam, dan gula tersembunyi. Ditambah lagi, porsinya yang besar dan rasanya yang menggoda membuat orang sulit mengontrol jumlah asupan.

Tak hanya soal makanan dan gaya hidup, faktor genetik dan hormonal juga bisa mempengaruhi risiko obesitas. Beberapa orang secara genetik memiliki metabolisme yang lebih lambat atau mengalami gangguan hormonal seperti hipotiroidisme yang memperlambat pembakaran energi dalam tubuh.

Obesitas juga bisa dipicu oleh penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, steroid, atau obat diabetes yang memiliki efek samping meningkatkan berat badan. Karena itu, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa berat badan naik secara drastis setelah konsumsi obat tertentu.

Lingkungan dan kebiasaan sosial juga turut andil. Misalnya, budaya makan berlebihan saat kumpul keluarga atau pesta, serta kurangnya akses ke makanan sehat di lingkungan sekitar. Semua ini secara tidak langsung membentuk pola makan dan gaya hidup yang berujung pada peningkatan berat badan.

Obesitas adalah kondisi kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya makanan manis semata. Untuk mencegah dan mengatasinya, dibutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pola makan yang sehat, cukup tidur, manajemen stres, hingga aktivitas fisik yang rutin. Kenali penyebabnya sedari dini, karena langkah kecil hari ini bisa mencegah risiko besar di masa depan.

Editor : Candra Mega Sari
#makanan manis #peningkatan berat badan #penyebab obesitas #obesitas