Sebut saja keju Halloumi, asal Siprus. Keju ini unik karena bisa dipanggang tanpa meleleh, menjadikannya favorit dalam hidangan salad panggang atau camilan gurih. Rasanya asin dan teksturnya kenyal, membuatnya cocok sebagai pengganti daging bagi vegetarian.
Lalu ada Burrata, keju asal Italia yang terlihat seperti mozzarella biasa dari luar. Tapi begitu dipotong, bagian dalamnya mengalirkan krim lembut dan segar yang langsung memikat lidah. Burrata cocok disajikan dengan tomat segar, minyak zaitun, atau roti panggang. Belum banyak yang tahu, keju ini justru lebih disukai dari mozzarella oleh banyak chef kelas dunia.
Masih dari Italia, ada juga Pecorino Romano, keju keras yang dibuat dari susu domba. Keju ini memiliki rasa tajam dan asin, sangat cocok diparut di atas pasta atau pizza. Meski namanya tak sepopuler Parmesan, banyak koki menggunakan Pecorino karena rasanya lebih kuat dan berkarakter.
Tak ketinggalan, keju Manchego dari Spanyol. Dibuat dari susu domba Manchega, keju ini memiliki rasa sedikit pedas dengan aroma kacang yang khas. Biasanya disajikan bersama irisan daging kering seperti chorizo atau disandingkan dengan anggur merah. Cita rasanya klasik, tapi tak banyak yang pernah mendengarnya.
Bergeser ke Prancis, ada keju Comté yang sudah berusia ratusan tahun dalam dunia kuliner. Teksturnya semi-keras dan punya rasa gurih manis yang kompleks. Keju ini sering jadi bahan utama fondue atau sekadar dimakan langsung bersama anggur putih. Di negara asalnya, Comté lebih populer dibanding Emmental.
Bagi pecinta rasa tajam, keju Roquefort wajib masuk daftar. Ini adalah salah satu jenis blue cheese tertua di dunia, berasal dari Prancis, dan dibuat dari susu domba. Aroma dan rasa keju ini sangat kuat, cocok untuk dinikmati bersama roti atau buah pir. Tapi, keju ini belum sering ditemukan di pasaran lokal karena rasanya yang cukup ekstrim bagi pemula.
Dari Inggris, ada keju Red Leicester, keju berwarna oranye cerah dengan rasa gurih dan sedikit manis. Biasanya digunakan untuk mencampur makaroni atau diparut ke atas burger. Warna dan rasanya membuat makanan terlihat lebih menggoda, tapi masih jarang terdengar di luar negeri asalnya.
Menariknya, ada juga keju Raclette dari Swiss, yang meleleh sempurna saat dipanaskan. Raclette biasa disajikan dengan kentang, acar, dan daging asap. Di Eropa, tradisi makan Raclette di musim dingin menjadi pengalaman sosial yang seru dan hangat.
Dengan begitu banyak variasi keju di dunia, tak ada salahnya mulai menjelajahi rasa-rasa baru yang belum banyak dikenal. Siapa tahu, kamu menemukan favoritmu di antara jenis-jenis keju yang selama ini tersembunyi di balik dominasi cheddar dan mozarella.
Editor : Candra Mega Sari