JP Bogor - Di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil dan biaya hidup semakin naik tiap tahunnya, sedang populer tentang gaya hidup frugal living.
Frugal living adalah gaya hidup di mana seseorang menggunakan keuangannya secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan dan mengesampingkan keinginan. Meski tidak selalu mengikuti perkembangan zaman, mereka tetap bisa menikmati hidup mereka
Frugal living tidak berarti pelit terhadap diri sendiri, tapi memaksimalkan pendapatan yang dimiliki untuk hal yang benar-benar penting dan bermanfaat.
Dengan menerapkan gaya hidup frugal living, seseorang jadi bisa mengelola keuangannya secara bijak dan tidak boros untuk suatu hal. Orang yang menerapkan gaya hidup ini memiliki tujuan yang jelas untuk keuangan masa depan mereka.
Frugal living dapat membuat seseorang lebih bertanggung jawab atas keuangannya, membuatnya terhindar dari keinginan impulsif.Selain itu, tidak selalu mengikuti hal yang sedang tren juga dapat menghidarkan seseorang dari stres sehingga lebih menghargai hal-hal sederhana.
Gaya hidup frugal living bisa pula menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam menjaga kelestarian bumi.
Mengingat sumber daya alam yang kian menipis serta pertambahan jumlah penduduk setiap tahunnya, upaya menghemat dan menggunakan sumber daya secara bijak akan membantu mengurangi produksi sampah dan limbah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut laman resmi Kementerian Keuangan, frugal living bisa dimulai dengan beberapa cara berikut:
1. Tentukan tujuan keuangan
Dengan memiliki tujuan finansial yang jelas, gaya hidup hemat ini bisa membantu Anda mencapainya. Dana yang disimpan dapat dialokasikan untuk kebutuhan jangka panjang seperti biaya pendidikan, dana darurat, membeli rumah, atau rencana masa depan lainnya.
2. Bedakan kebutuhan dan keinginan
Sesekali memberi hadiah pada diri sendiri tidaklah salah, selama kebutuhan utama telah terpenuhi. Kuncinya ada pada penyusunan skala prioritas.
3. Hindari FOMO (Fear of Missing Out)
Tidak mengikuti tren terbaru bukan berarti ketinggalan zaman. Justru, hal ini membantu Anda hidup lebih tenang tanpa tekanan untuk terus membeli produk baru. Banyak strategi pemasaran hanya memanfaatkan sisi emosional konsumen agar tergoda membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Dengan menerapkan frugal living, seseorang bisa mengatur keuangan lebih bijak, menurunkan tingkat stres, dan mendekatkan diri pada tujuan finansial.
Ingat, frugal living bukan berarti pelit, melainkan bijak dalam membelanjakan uang dan lebih memprioritaskan hal-hal yang benar-benar penting.
Pada akhirnya, seseorang tak hanya menjalani hidup yang lebih seimbang dan tenang, tetapi juga ikut berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah