JP Bogor - Kesehatan mental menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh setiap manusia. Pasalnya, kesehatan mental akan membawa dampak yang sangat signifikan pada fisik, pola pikir, dan lingkungan seseorang.
Untungnya, saat ini sudah banyak sekali campaign yang menyuarakan seberapa pentingnya kesehatan mental untuk manusia. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa gangguan kepribadian—yang mungkin dimiliki oleh sebagian orang—juga termasuk dalam kategori gangguan mental.
Mengutip laman Alodokter, gangguan kepribadian adalah kondisi di mana seseorang menunjukkan pola pikir dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma umum dan sulit diubah. Gangguan ini terbagi menjadi tiga kelompokyakkni A, B, dan C.
- Kelompok A merupakan gangguan kepribadian yang umumnya memiliki pemikiran dan perilaku yang aneh dan tidak wajar.
- Kelompok B merupakan gangguan kepribadian yang memiliki pola pikir dan perilaku yang dramatis dan emosional.
- Kelompok C merupakan gangguan kepribadian yang memiliki rasa cemas dan takut yang berlebihan.
Dua jenis gangguan yang masuk dalam Kelompok B adalah Narcissistic Personality Disorder (NPD) dan Histrionic Personality Disorder (HPD). Keduanya memiliki ciri umum berupa pola perilaku yang emosional dan penuh drama, tetapi terdapat perbedaan mendasar di antara keduanya.
Mengenal NPD dan HPD
NPD merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan sikap manipulatif, rasa percaya diri yang berlebihan, serta haus akan perhatian orang lain. Biasanya seorang NPD tidak menyadari kondisi yang sedang mereka alami, sehingga terkadang membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di sekitarnya.
Sementara itu, HPD merupakan gangguan kepribadian di mana seseorang memiliki keinginan kuat untuk selalu menjadi pusat perhatian. Mereka cenderung bertindak dramatis atau berlebihan agar menarik perhatian, misalnya dengan gaya bicara ekspresif dan emosional yang tidak proporsional.
Perbedaan NPD dan HPD
Menurut situs Verywellhealth.com, perbedaan antara NPD dan HPD bisa terlihat dari cara mereka mencari perhatian. Seorang dengan NPD akan membanggakan pencapaian atau atribut dirinya dan bereaksi negatif jika pujian yang diterima tidak sesuai harapan. Sebaliknya, individu dengan HPD cenderung menunjukkan emosi secara berlebihan dan tidak rasional sebagai bentuk respon terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, perilaku NPD umumnya melibatkan pemanfaatan orang lain demi mencapai ambisi pribadi atau untuk tampil menonjol. Sedangkan pengidap HPD biasanya menggunakan ekspresi emosional yang berlebihan untuk menarik simpati dan perhatian.
Memahami perbedaan antara NPD dan HPD dapat membantu dalam mengenali gejala gangguan kepribadian sejak dini. Dengan mengenali tanda-tandanya, seseorang bisa lebih cepat mendapatkan bantuan profesional. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: 7 Tokoh yang Diduga Memiliki Sifat Narsistik: Dari Penguasa hingga Selebritas
Menjaga kesehatan mental bukan hanya soal menghindari stres, tetapi juga mengenali kondisi psikologis yang mungkin tersembunyi di balik perilaku sehari-hari. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah