Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Mimpi: Misteri Terbesar dalam Dunia Sains, Benarkah Memiliki Makna atau Sekadar Refleksi Aktivitas Otak?

Abdul Hamid Dhaifullah • Minggu, 23 Maret 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi orang sedangn tidur dan mengalami mimpi. (Freepik)
Ilustrasi orang sedangn tidur dan mengalami mimpi. (Freepik)

JP Bogor – Setiap malam, ketika tubuh terlelap, pikiran memasuki dunia yang aneh dan tak jarang terasa nyata. Dalam sekejap, seseorang bisa berada di tengah kota asing, bertemu orang-orang yang sudah lama tak dijumpai, atau bahkan mengalami peristiwa yang tidak masuk akal. Mimpi, fenomena yang dialami hampir setiap orang, telah lama menjadi misteri yang menarik perhatian ilmuwan dan psikolog.

Secara ilmiah, mengutip dari laman halodoc.com dan hellosehat.com, mimpi terjadi selama fase Rapid Eye Movement (REM) dalam siklus tidur. Saat fase ini berlangsung, otak menjadi sangat aktif, hampir menyerupai saat terjaga, meskipun tubuh tetap dalam keadaan diam. Gelombang otak bekerja dengan intensitas tinggi, menciptakan berbagai gambar, suara, dan skenario yang membentuk mimpi.

Namun, mimpi juga bisa muncul dalam fase tidur non-REM, meski biasanya tidak sejelas atau sekreatif mimpi dalam fase REM. Studi menunjukkan bahwa mimpi dalam fase non-REM sering kali lebih logis, sementara mimpi dalam fase REM cenderung lebih emosional dan penuh imajinasi. Hal itu menandakan bahwa tidak semua mimpi sama. Beberapa terasa begitu nyata, sementara yang lain bisa saja terasa membingungkan atau bahkan menakutkan.

Meski begitu, perlu diketahui bahwa mimpi bukanlah sekadar hiburan saat tidur. Penelitian menunjukkan bahwa mimpi memiliki manfaat penting bagi kesehatan mental dan emosional.

Penelitian menunjukkan bahwa mimpi membantu otak memproses emosi, menjadi sumber inspirasi bagi seniman dan ilmuwan, serta berperan dalam menyaring informasi yang akan disimpan dalam ingatan jangka panjang.

Walau hampir setiap orang bermimpi, sebagian besar mimpi cepat menghilang setelah bangun tidur karena otak belum sepenuhnya aktif. Untuk mengingatnya lebih baik, seseorang bisa mencatat jurnal mimpi atau meningkatkan kesadaran akan pengalaman tidur.  

Mimpi tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia sains. Meski banyak hal telah diketahui, masih ada pertanyaan yang belum terjawab, seperti apakah mimpi benar-benar memiliki makna atau sekadar refleksi dari aktivitas otak.

Yang pasti, mimpi bukan sekadar fenomena acak, melainkan bagian alami dari tidur yang berperan penting dalam cara otak memproses dunia. Jadi, jika suatu hari terbangun dari mimpi yang terasa begitu nyata, bisa jadi ada pesan tersembunyi yang ingin disampaikan oleh pikiran bawah sadar.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#otak #sains #tidur #Mimpi