JP Bogor - Kol goreng menjadi pendamping favorit banyak orang di Indonesia karena rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah, menambah cita rasa lezat. Terutama saat disantap dengan ayam goreng, sambal, dan lalapan.
Kol sendiri merupakan sayuran dengan berbagai warna, seperti merah, ungu, hijau, dan putih. Biasanya, kol dikonsumsi bersama sayuran lain dalam salad, sup, atau sandwich karena kandungannya yang bermanfaat bagi tubuh, seperti vitamin K, vitamin C, folat, dan antioksidan.
Namun, kini kol sering digoreng lalu dijadikan pendamping di berbagai tempat makan ayam goreng karena memberikan sensasi lebih nikmat dan meningkatkan nafsu makan. Proses penggorengan membuat kol lebih disukai, bahkan oleh mereka yang sebelumnya tidak menyukainya.
Namun, tahukah kamu bahwa terlalu sering mengonsumsi kol goreng dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan? Berikut beberapa efek yang mungkin terjadi.
1. Risiko Penyakit Jantung
Banyak penelitian menyebutkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi gorengan, semakin tinggi risiko terkena penyakit jantung. Kol goreng pun termasuk salah satu makanan yang dapat meningkatkan risiko tersebut.
2. Meningkatkan Berat Badan
Kol goreng memiliki lebih banyak kalori dibandingkan sayuran yang tidak digoreng, sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
3. Risiko Diabetes
Kol goreng biasanya digoreng dengan minyak bekas menggoreng ayam yang digunakan berulang kali, sehingga kandungan lemak jenuhnya semakin tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes.
4. Meningkatkan Kolesterol
Kol memang kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, saat digoreng dengan minyak panas, kandungan nutrisinya berkurang. Selain itu, penggunaan minyak jelantah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
5. Menyebabkan Kanker
Mengonsumsi makanan yang digoreng dapat meningkatkan paparan senyawa akrilamida, yang bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, konsumsi kol goreng secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker.
Melihat berbagai dampak di atas, kol goreng sebenarnya bisa berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan dengan membatasi konsumsi makanan yang digoreng agar nutrisi tetap terjaga.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah