JP Bogor - Stres adalah kondisi ketika seseorang merasakan tekanan saat menghadapi tantangan atau berada dalam situasi yang mengharuskannya berpikir cepat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stres merupakan respons alami manusia terhadap tekanan atau perubahan dalam hidup. Hampir semua orang di dunia pernah mengalami stres, tetapi masing-masing memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya.
Setiap individu memiliki metode berbeda dalam mengelola stres. Berikut beberapa cara mengatasi stres menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Bicarakan apa yang menjadi keluhan kepada orang yang dipercaya, Seperti keluarga, teman, atau pasangan.
- Mengembangkan hobi yang bermanfaat.
- Melakukan relaksasi seperti meditasi dan mendengarkan musik berirama pelan.
- Mencoba terus berpikir positif.
- Meningkatkan ibadah dengan Tuhan.
- Tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga dan makan yang teratur
- Melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat
Saat ini, banyak orang memilih bermain musik sebagai cara untuk menghilangkan stres. Hal ini berkaitan dengan kemampuan musik dalam mengalihkan fokus dari hal-hal yang memicu stres. Menurut Eraspace, ketika seseorang memainkan alat musik, pikirannya akan teralihkan, sehingga membantu meredakan tekanan yang dirasakan. Musik juga dipercaya dapat menciptakan ketenangan bagi pendengarnya.
Selain itu, bermain dan mendengarkan musik dapat menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol dalam tubuh. Alunan musik yang dihasilkan juga dapat merangsang pelepasan hormon dopamin, yang berperan dalam meningkatkan perasaan bahagia. Melansir riversidemusicstudios.com, dijelaskan bahwa bermain musik dapat membawa seseorang ke dalam "kondisi mengalir," yaitu keadaan di mana seseorang benar-benar larut dalam musiknya hingga melupakan beban dan tekanan yang dihadapi.
Penelitian dari website harmonyandhealing.org juga menunjukkan bahwa musik memiliki pengaruh emosional terhadap tubuh. Musik dengan tempo lambat dapat membantu menenangkan pikiran dan merelaksasi otot-otot tubuh. Selain itu, mendengarkan musik yang menenangkan dapat menciptakan suasana hati yang lebih baik, sehingga efektif dalam menurunkan tingkat stres.
Lalu, alat musik apa saja yang bisa dimainkan untuk membantu meredakan stres? Berikut adalah daftarnya:
1. Piano
Piano merupakan salah satu alat musik klasik yang dapat menenangkan seseorang ketika sedang stres. Menurut The London Piano Institute, sebuah penelitian di Jepang mengukur efek positif dari berbagai aktivitas kreatif, termasuk bermain piano dan mencetak tanah liat. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun semua aktivitas tersebut dapat membantu mengurangi stres, bermain piano terbukti menjadi yang paling efektif.
2. Gitar
Gitar, yang telah ada sejak abad ke-15, ternyata menjadi salah satu alat musik yang efektif untuk meredakan stres. Hal ini karena saat seseorang bermain gitar, mereka cenderung larut dalam permainannya, sehingga dapat melupakan perasaan tertekan atau beban yang sedang dihadapi.
3. Biola
Biola merupakan salah satu alat musik klasik yang dimainkan dengan cara digesek. Suara yang dihasilkan oleh biola sering kali memiliki melodi yang lembut dan nyaman. Hal ini dapat membantu seseorang untuk mendapatkan perasaan ketenangan di dalam pikirannya.
4. Kalimba
Kalimba merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Zimbabwe, Afrika. Alat musik petik seperti kecapi menghasilkan suara yang lembut dan menenangkan, menjadikannya pilihan ideal untuk sesi meditasi dan relaksasi, terutama bagi seseorang yang ingin meredakan stres.
5. Suling
Alat musik tradisional khas Jawa Barat, seperti suling, juga dapat menjadi sarana meredakan stres. Melodi lembut dan mendalam yang dihasilkannya mampu menciptakan suasana menenangkan, sehingga membantu seseorang merasa lebih rileks.
Alat musik yang disebutkan di atas hanyalah beberapa contoh yang dapat dimainkan untuk meredakan stres. Karena setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengatasi stres, pilihan alat musik yang dimainkan pun dapat bervariasi. Ada yang merasa tenang saat mendengarkan lagu dengan tempo cepat, sementara yang lain lebih nyaman dengan melodi lembut dan menenangkan.
Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki karakter unik, sehingga metode terapi untuk mengurangi stres tidak bisa disamakan untuk semua orang. Jika dipaksakan, justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan meningkatkan tekanan yang dirasakan. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah