JP Bogor - Islam sebagai agama yang telah ada sejak lama dan memiliki jangkauan luas, telah berinteraksi dengan banyak tradisi lokal di berbagai wilayah. Alhasil, muncul berbagai tradisi Ramadhan dengan karakteristik khas dari masing-masing negara.
Berikut adalah berbagai tradisi puasa Ramadhan yang unik dari berbagai negara, dilansir dari dailynewsegypt.com, Kamis (27/2).
1. Chechnya
Di pagi hari pertama bulan Ramadhan, penduduk Chechnya melawat ke makam sanak saudara mereka dan berpartisipasi dalam pertemuan Sufi. Bayi yang lahir selama bulan suci ini biasa diberi nama 'Ramadan' untuk anak laki-laki dan 'Marha' untuk anak perempuan.
2. Tajikistan
Di bulan suci, anak-anak berkeliling lingkungan dalam kelompok sambil membawa tas untuk mengumpulkan hadiah, melantunkan lagu-lagu ceria. Saat berbuka puasa, umat Muslim menikmati minuman teh dan susu, yang dikenal sebagai 'Shershay'.
3. Maladewa
Warga Maladewa mengunjungi pantai pada malam terakhir bulan Syaban untuk menyaksikan penampakan bulan sabit dengan mata telanjang. Saat berbuka puasa di bulan Ramadhan, hidangan yang disajikan umumnya terdiri dari makanan laut dan ikan.
Setelah semakin terlihat bulan sabit Ramadhan, rumah-rumah akan disemprot dengan wangi dari kesturi dan air mawar.
5. Indonesia
Sekolah dan perguruan tinggi ditutup selama seminggu agar siswa bisa menyesuaikan diri dengan kegiatan puasa. Genderang tradisional yang dikenal sebagai "Al-Budok" dipukul sebagai bentuk perayaan untuk menyambut bulan Ramadhan.
6. Pakistan
Setiap tahun, masyarakat Pakistan merayakan acara besar di mana anak-anak yang menjalani puasa untuk pertama kalinya berkumpul. Mereka saling memberi semangat dan mengenakan penutup kepala yang dihias emas agar terlihat istimewa.
Di Peshawar, anak-anak muda menghabiskan waktu mereka di malam-malam terakhir bulan Ramadhan dengan permainan tradisional. Salah satu permainan itu adalah adu telur yang melibatkan telur rebus berwarna cerah untuk menghancurkan telur lawan. Aktivitas ini telah menjadi bagian dari budaya selama beberapa generasi di Pakistan.
7. Mauritania
Selama bulan Ramadhan, salah satu tradisi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Mauritania adalah menghabiskan satu malam penuh untuk membaca Alquran.
Sebelum bulan suci dimulai, para pria mencukur rambut mereka untuk menciptakan pertumbuhan rambut baru yang mereka sebut 'rambut Ramadan'. Banyak pasangan muda memilih untuk menikah selama bulan ini dengan harapan mendapatkan berkah dalam pernikahan mereka.
8. Nigeria
Keluarga-keluarga kaya secara rutin mengundang orang-orang kurang mampu untuk berbuka puasa bersama setiap hari.
9. Uganda
Di Uganda, durasi puasa mencapai 12 jam, karena negara ini terletak di garis khatulistiwa. Setiap hari, anggota keluarga dan tetangga berkumpul di rumah salah satu dari mereka untuk berbuka puasa secara bersama. Dalam hidangan Iftar, pisang memiliki peranan yang sangat penting.
10. Thailand
Di Thailand, keluarga Muslim melakukan penyembelihan hewan seperti sapi atau ayam. Para tetangga saling berbagi hidangan untuk berbuka puasa, dan para perempuan berkumpul di halaman luas di depan rumah untuk menikmati makanan bersama.
11. Yaman
Selama bulan Ramadhan, masyarakat Yaman mempercantik rumah mereka dan membeli barang-barang baru. Mereka lebih fokus pada hiasan meja buka puasa yang diletakkan di jalanan, serta mengadakan berbagai perayaan.
12. Sri Lanka
Ketika bulan sabit Ramadhan muncul, penduduk mulai menghias rumah mereka. Restoran dan kafe tutup hingga saat berbuka, sedangkan beberapa membuka kios sementara yang menyajikan makanan dan minuman di dekat masjid selama bulan Ramadhan, yang dikenal sebagai 'Dekak'.
13. Bangladesh
Salah satu tradisi paling signifikan di Bangladesh selama Ramadhan adalah membeli buku-buku agama, mengingat di awal bulan diadakan pameran buku besar yang berlangsung hingga Ramadhan berakhir.
14. Rusia
Durasi puasa di Rusia bisa berlangsung hingga 22 jam, menjadikannya salah satu yang terpanjang di dunia. Meskipun begitu, masyarakat tetap memiliki semangat tinggi untuk menjalankan ibadah puasa dan melaksanakan kegiatan di masjid. Di Moskow, keberadaan tenda Ramadhan dianggap sebagai bagian penting dan tradisi yang khas selama bulan suci ini.
Tenda itu mampu menampung lebih dari 600 orang. Saat berbuka puasa, minuman tradisional kafas menjadi pilihan favorit di bulan Ramadhan. Di Tatarstan, bagi umat Muslim yang tidak mampu berpuasa, ada opsi untuk menyumbangkan RUB 100 setiap hari yang mereka lewati tanpa berpuasa.
15. Kazakhstan
Umat Muslim menyambut bulan Ramadhan dengan penuh sukacita. Banyak ekspatriat kembali ke Tanah Air untuk merayakan periode ini bersama keluarga. Mereka juga melakukan penyembelihan hewan kurban. Antusiasme untuk beribadah di masjid sangat tinggi.
Salah satu tradisi paling penting di sana adalah pelaksanaan pesta Iftar besar di Masjid Hazrat Sultan, yang mampu menampung hingga 10.000 orang jamaah. Acara berbuka puasa ini biasanya dihadiri oleh para pemimpin negara.
Saat berbuka puasa, masyarakat di sana sering memilih untuk menikmati susu unta atau kuda. Salah satu hidangan paling terkenal selama bulan Ramadhan adalah daging kambing yang disajikan dengan nasi dan berbagai jenis kacang.