Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Bukan Soal Keberuntungan atau Koneksi, 2 Ciri Kepribadian Ini Jadi Penentu Kesuksesan Menurut Studi

Sukma Ayu • Rabu, 26 Februari 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi ciri kepribadian yang menentukan kesuksesan
Ilustrasi ciri kepribadian yang menentukan kesuksesan

JP Bogor - Banyak orang percaya bahwa kesuksesan ditentukan oleh keberuntungan, kecerdasan luar biasa, atau koneksi yang kuat. Tak heran jika ada anggapan bahwa hanya mereka yang lahir dalam keluarga kaya atau memiliki privilese tertentu yang lebih mudah mencapai puncak. Nepotisme, ambisi besar, atau kerja keras yang tanpa henti sering dianggap sebagai faktor utama dalam menentukan keberhasilan seseorang.

Namun, penelitian menunjukkan fakta yang berbeda. Meskipun privilese dan keberuntungan memiliki peran, keduanya bukan faktor penentu utama dalam kesuksesan seseorang. Sebaliknya, ada dua soft skills yang terbukti secara ilmiah lebih berpengaruh dalam menentukan apakah seseorang akan berhasil atau tidak dalam karier dan kehidupannya.

Dilansir dari laman yourtango.com, dua ciri kepribadian ini bukan tentang seberapa ambisius seseorang atau seberapa banyak modal yang dimiliki. Sebaliknya, keduanya berkaitan dengan bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri dan menghadapi tantangan secara konsisten. Jika dua karakter ini dimiliki, peluang untuk mencapai kesuksesan jauh lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan faktor eksternal seperti keberuntungan atau koneksi.

1. Kehati-hatian: Kompas Batin yang Mengarahkan Keberhasilan

Kehati-hatian bukan hanya sekadar sikap teliti atau disiplin dalam bekerja. Ini adalah dorongan batin untuk selalu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan. Universitas Minnesota, dalam sebuah studi yang banyak dikutip pada tahun 2019, mendefinisikan kehati-hatian sebagai gabungan dari beberapa sifat, seperti disiplin, fokus, ketekunan, kerapihan, dan tanggung jawab.

Orang yang berhati-hati cenderung lebih strategis dalam merencanakan kariernya. Mereka tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas, tetapi juga selalu mencari cara untuk berkembang. Contohnya, seseorang yang memiliki kehati-hatian tidak akan membuang waktu luangnya dengan sekadar menggulir media sosial saat sedang tidak sibuk di kantor. Sebaliknya, ia akan menggunakan waktu tersebut untuk membangun jaringan, mengembangkan keterampilan, atau mencari peluang baru.

Profesor Deniz Ones, salah satu penulis studi, menegaskan bahwa kehati-hatian bukan hanya tentang bekerja secara rapi atau mengikuti aturan, tetapi juga tentang memiliki motivasi yang konsisten. Orang dengan sifat ini selalu memiliki tujuan jelas dan berusaha mencapainya dengan cara yang terorganisir serta dapat diandalkan. Mereka tahu bahwa kesuksesan bukanlah hasil dari kerja keras sesaat, melainkan akumulasi dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

2. Pengendalian Diri: Kunci Mengelola Emosi dan Tetap Profesional

Soft skill kedua yang sangat berpengaruh terhadap kesuksesan adalah pengendalian diri. Dalam dunia kerja, emosi bisa menjadi tantangan besar. Stres, tekanan dari atasan, atau ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja adalah hal yang wajar. Namun, perbedaan antara orang sukses dan yang tidak adalah bagaimana mereka mengelola reaksi emosional terhadap tantangan tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pengendalian diri yang baik cenderung memiliki 'dampak emosional positif' yang tinggi. Artinya, mereka mampu menjaga sikap optimis dan tetap fokus pada tujuan jangka panjang, meskipun menghadapi situasi sulit. Mereka tidak mudah terpancing emosi, tidak membiarkan diri larut dalam frustrasi, dan lebih memilih mencari solusi daripada mengeluh.

Dalam dunia kerja, keterampilan ini menjadi semakin penting. Perusahaan kini lebih mencari karyawan yang mampu mengelola emosi mereka dengan baik, bukan hanya yang memiliki kemampuan teknis. Sebab, seseorang yang bisa tetap tenang dan profesional dalam tekanan akan lebih mudah bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan dengan bijak, dan mempertahankan produktivitas dalam jangka panjang.

Bagaimana Mengembangkan Dua Keterampilan Ini?

Berita baiknya, kehati-hatian dan pengendalian diri bukanlah sifat bawaan yang tidak bisa diubah. Kedua soft skills ini dapat dikembangkan dengan latihan dan kesadaran diri.

1. Latih Disiplin dan Konsistensi

Tetapkan tujuan jangka panjang dan buat rencana konkret untuk mencapainya. Biasakan menyelesaikan tugas tepat waktu dan jangan menunda pekerjaan. Evaluasi kinerja secara rutin dan cari cara untuk meningkatkan produktivitas.

2. Kelola Emosi dengan Baik

Jangan langsung bereaksi terhadap situasi yang memancing emosi negatif. Ambil waktu sejenak untuk berpikir sebelum bertindak.

Fokus pada solusi, bukan hanya masalah. Alih-alih mengeluh, cari cara untuk mengatasi tantangan yang ada.

Latih teknik relaksasi, seperti meditasi atau olahraga, untuk membantu menjaga keseimbangan emosi.

3. Gunakan Waktu dengan Efektif

Hindari membuang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif. Jika ada waktu luang, gunakan untuk belajar keterampilan baru atau membangun jaringan. Prioritaskan tugas yang memberikan dampak besar pada perkembangan karier.

4. Bangun Pola Pikir Jangka Panjang

Kesuksesan bukan tentang hasil instan, melainkan proses yang panjang. Jangan cepat puas atau mudah menyerah.

Selalu berpikir strategis dan buat keputusan berdasarkan dampak jangka panjang, bukan hanya kepuasan sesaat.

Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa cerdas, beruntung, atau berambisi seseorang. Lebih dari itu, dua soft skills; kehati-hatian dan pengendalian diri berperan besar dalam menentukan apakah seseorang akan mencapai puncak atau tidak.

Kehati-hatian membantu seseorang tetap fokus, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan. Sementara itu, pengendalian diri memastikan bahwa emosi tetap terkendali, bahkan dalam situasi sulit. Dengan kombinasi kedua sifat ini, peluang untuk sukses menjadi lebih besar, tanpa harus bergantung pada faktor eksternal seperti keberuntungan atau privilese.

Jika ingin meraih kesuksesan, kembangkan dua soft skills ini secara konsisten. Dengan disiplin, kesabaran, dan strategi yang tepat, jalan menuju keberhasilan akan terbuka lebih lebar.

Baca Juga: 6 Barang yang Dimiliki Orang Sukses di Rumah untuk Meningkatkan Produktivitas, Apakah Kamu Punya Juga?

Editor : Candra Mega Sari
#kesuksesan #soft skills #psikologi #kepribadian