Resign sendiri merupakan hak setiap karyawan. Meskipun begitu, pengunduran diri tentu berdampak pada perusahaan. Jika kamu sudah lama bekerja di perusahaan, itu berarti kamu kompeten di bidang tersebut.
Sebagai seorang atasan atau bos di kantor, kamu mungkin merasa sayang jika ada karyawan kompeten yang resign. Saat kamu menerima surat pengunduran diri, kamu mungkin ingin mencegah hal itu terjadi.
Sebagai seorang atasan atau bos di kantor, kamu mungkin menyayangkan apabila ada karyawan kompeten yang resign atau mengundurkan diri. Ketika kamu diberikan surat pengunduran diri, kamu mungkin ingin mencegah hal tersebut terjadi.
Tentu ada hal yang bisa kamu lakukan saat mengetahui karyawanmu ingin atau sudah menyerahkan surat resign. Melansir dari laman LinkedIn dan Indeed, berikut adalah 7 cara mencegah karyawan mengundurkan diri.
1. Mengapresiasi Kinerja
Cara pertama adalah dengan menunjukkan apresiasi pada kinerja karyawan. karyawan bisa jadi ingin resign karena kurangnya apresiasi dari atasan. Oleh karena itu, pastikan kamu memberikan apresiasi yang cukup pada karyawan.
Apresiasi tidak cukup hanya dengan pujian di mulut saja. Kamu dapat melanjutkan apresiasi ini dengan memberikan proyek yang sesuai dengan keahliannya, memberikan tanggung jawab yang lebih besar, dan memberikan kompensasi yang berbeda atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh bawahan.
2. Menawarkan Kesempatan
Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan kepada karyawan. Kesempatan ini bisa berupa pelatihan atau promosi jabatan. Terus berada di posisi yang sama tanpa kesempatan belajar tentu membuat karyawan serasa jalan di tempat.
Tidak adanya perkembangan karier bisa menjadi alasan kuat bagi karyawan untuk resign. Kamu sebagai atasan sebaiknya menanyakan apakah mereka membutuhkan pelatihan atau sertifikasi yang bisa dibiayai oleh perusahaan. Selain itu, diskusikan juga tentang jenjang karier mereka untuk posisi yang akan datang.
3. Wujudkan Work-Life Balance
Cara ketiga adalah kamu bisa mewujudkan work life balance di perusahaan. Keseimbangan ini berarti karyawan mampu memisahkan kehidupan pribadi dengan pekerjaan.
Pastikan pekerjaan kantor selesai di tempat kerja dan tidak dilanjutkan di rumah. Hindari menghubungi karyawan di luar jam kerja kecuali ada hal yang sangat mendesak. Alasannya, perusahaan menggaji karyawan sesuai jam kerja, bukan membeli seluruh waktu mereka.
4. Mendengarkan Pendapat
Cara keempat yang bisa kamu lakukan sebagai atasan adalah dengan menjadi pemimpin yang mendengarkan masukan dari para karyawan. Jangan berperan sebagai atasan yang acuh tak acuh dan menyepelekan setiap permasalahan yang ada.
Kamu bisa mengadakan sesi one on one atau rapat mingguan untuk mendengarkan pendapat atau keluh kesah karyawan. Kamu juga perlu memperbaiki diri dan berubah menjadi pribadi yang terbuka terhadap pandangan, meski itu berbeda dengan mindset kamu selama ini sebagai orang yang lebih berpengalaman.
5. Buat Lingkungan Positif
Cara kelima yang bisa kamu aplikasikan adalah menciptakan lingkungan kerja yang positif. Kamu tentu memahami lingkungan kerja yang toxic dan penuh energi negatif tidak baik untuk kinerja karyawan itu sendiri.
Pastikan kantor atau perusahaan kamu berjalan dengan suasana yang positif, di mana semua karyawan merasa dihargai, didengarkan, terbuka, dan lain-lain. Dengan lingkungan yang positif, kecil kemungkinan karyawan akan ingin mengundurkan diri.
6. Komunikasi Terbuka
Cara keenam yang bisa kamu lakukan adalah dengan membangun komunikasi secara terbuka antara kamu dan karyawan. Yang dimaksud dengan komunikasi terbuka adalah bagaimana kamu berinteraksi dengan karyawan dalam aktivitas sehari-hari.
Kamu bisa mengatur pertemuan rutin atau menyusun skema anonim untuk menyatakan pendapat. Kamu juga perlu menciptakan suasana di mana karyawan tidak takut mengutarakan keberatan, kekhawatiran mengenai pembagian tugas, atau penilaian kinerja antar rekan.
7. Bicarakan Kompensasi
Cara ketujuh yang bisa kamu lakukan adalah dengan membicarakan kompensasi. Gaji dan tunjangan yang kurang adalah salah satu penentu seseorang ingin resign, karena gaji yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan beban kerja yang dipikul.
Kamu perlu tahu karyawan mana yang sekiranya memiliki kompensasi tidak sesuai dengan beban kerja mereka. Kamu juga bisa memanggil mereka untuk mendiskusikan lebih lanjut perihal ini.
Ketujuh poin di atas merupakan sederet cara untuk mencegah karyawan mengundurkan diri. Dengan menerapkannya, kamu dapat menjamin lingkungan kerja yang produktif sekaligus membuat karyawan yang kompeten merasa nyaman bekerja di perusahaan.
Editor : Candra Mega Sari