Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Awas! Kebiasaan Berbohong Terus-Menerus Bisa Jadi Gejala Mythomania, Kenali Tanda-tandanya

Ghina Fadiah Rahma • Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:00 WIB

Ilustrasi berbohong
Ilustrasi berbohong
JP Bogor - Berbohong adalah suatu hal dimana seseorang berbicara atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Alasan seseorang berbohong bisa beragam, mulai dari melindungi perasaan orang lain, menghindari konflik, mencari penerimaan, atau sekadar ingin diperhatikan.

Namun, tahukah kamu jika berbohong secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas dapat mengindikasikan gangguan mental yang disebut mythomania? Melansir dari laman Alodokter.com, mythomania disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon kortisol di otak.

Mythomania adalah kondisi di mana seseorang sering membuat karangan cerita yang menempatkan diri mereka sebagai korban atau pahlawan. Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa alasan atau tujuan yang jelas, dan dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, dari remaja hingga lansia, tanpa pemicu yang jelas.

Seseorang dapat didiagnosis mengalami mythomania jika ia terus-menerus berbohong dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa berbulan-bulan atau sepanjang hidupnya. Melansir dari laman siloamhospitals.com, ada beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mungkin mengidap mitomania.

  1. Sering berbicara mengenai dirinya sendiri seperti pengalaman seseorang yang membuat dirinya selalu disanjung
  2. Sering mengaku memiliki penyakit yang mengancam nyawa mereka walaupun sebetulnya tidak benar
  3. Selalu berbohong untung mengesankan orang lain
  4. Cerita yang mereka buat cenderung dramatis dan spesifik
  5. Tetap berbohong ketika dihadapkan dengan kebenaran
  6. Kebiasaan berbohongnya tidak dilakukan untuk memperoleh keuntungan material
  7. Saat berbohong, penderita mythomania biasanya akan bersikap defensif dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan
  8. Tidak merasa bersalah, menyesal, dan tegang setelah berbohong

Namun, penting untuk diingat bahwa seseorang tidak dapat mendiagnosis dirinya sendiri mengalami mythomania hanya berdasarkan tanda-tanda di atas. Diagnosis yang akurat hanya dapat diberikan oleh dokter atau profesional kesehatan mental setelah melakukan evaluasi yang komprehensif.

Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pengidap mythomania, antara lain:

1. Konsultasi

Seorang yang mengidap mythomania perlu melakukan konsultasi dengan dokter atau psikolog, di mana nantinya mereka akan diobservasi lebih lanjut untuk menentukan terapi apa yang dibutuhkan.

2. Mengkonsumsi Obat

Obat yang direkomendasikan untuk seseorang yang mengidap mythomania adalah obat seperti antidepresan yang akan meredakan kecemasan, depresi, hingga gejala-gejala yang muncul akibat mythomania.

3. Meditasi

Seorang pengidap mythomania bisa melakukan meditasi untuk melawan kecemasannya. Meditasi juga berguna untuk meredakan depresi tanpa bantuan obat-obatan. Dengan melakukan meditasi, perlahan seseorang akan memiliki ketenangan dan kepercayaan diri, sehingga dapat mengurangi gejala-gejala yang timbul dari mythomania.

Kebohongan-kebohongan kecil yang menurut kamu adalah hal yang sepele mungkin sebetulnya merupakan gejala awal dari mythomania jika secara terus menerus dilakukan. Ada baiknya jika kamu berhenti melakukan kebohongan untuk menghargai diri sendiri. Orang yang menghargai dirinya akan menemukan kedamaian hidup dan tidak perlu mengarang cerita tentang dirinya sendiri. 

 

 

Editor : Candra Mega Sari
#tanda #gangguan mental #mythomania #berbohong