Teras Bogor Viralpedia Wisata dan Kuliner Lifestyle

Gen Z Stop Konsumsi Fast Food Berlebihan, Waspada Dampak Kesehatan yang Mengintai!

Ghina Fadiah Rahma • Jumat, 21 Februari 2025 | 16:30 WIB

Ilustrasi fast food
Ilustrasi fast food
JP Bogor - Makanan cepat saji atau fast food populer di kalangan konsumen karena praktis dan mudah didapatkan. Budaya fast food yang awalnya berasal dari luar negeri ini, kini digemari oleh Generasi Z. Hal ini dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat di media sosial.

Alhasil, konsumsi fast food sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi Gen Z. Tapi, adakah alasan lain yang membuat Gen Z lebih memilih makanan cepat saji dibanding real food?

1. Praktis 

Gen Z beranggapan bahwa fast food seperti burger dan sandwich lebih praktis untuk dikonsumsi saat beraktivitas, misalnya dalam perjalanan ke sekolah atau tempat nongkrong. Makanan cepat saji ini menjadi solusi untuk mengganjal perut mereka sebelum beraktivitas.

2. Variatif

Variasi menu fast food yang beragam memberikan banyak pilihan bagi Gen Z, sesuai dengan selera dan keinginan mereka. Seperti sandwich dengan cita rasa lokal isian ayam suwir atau ayam mentai yang kekinian.

3. Tren media sosial

Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan media sosial, sehingga mereka sangat terpengaruh oleh tren yang ada. Mereka seringkali melihat foto atau video makanan cepat saji yang menarik, seperti ayam goreng dengan bumbu mala, ayam goreng dengan taburan keju, dan akhirnya mereka tertarik untuk mencobanya dan membagikannya kembali di media sosial. 

Tiga hal itu lah yang menjadi alasan terbesar mengapa Gen Z lebih memilih untuk mengkonsumsi makan cepat saji sebagai makanan sehari-hari. Namun apakah fast food baik dikonsumsi sehari-hari? 

Menurut laman dinkes.kalbarprov.go.idfast food atau junk food secara harfiah bisa dikatakan sebagai makanan tidak bergizi. Junk food jika dikonsumsi secara terus menerus setiap hari tidak baik untuk kesehatan, terutama bagi remaja yang membutuhkan nutrisi lengkap untuk tumbuh kembang.

Konsumsi fast food berlebihan dapat memicu diabetes, hipertensi, dan obesitas karena kandungan gula, garam, dan minyaknya yang tinggi.

Laman Alodokter juga menyebutkan jika fast food dapat mengganggu fungsi otak. Studi menunjukkan fast food mengandung zat yang dapat memengaruhi saraf otak dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta kolesterol.

Oleh karena itu, Gen Z tidak disarankan mengonsumsi fast food terus-menerus karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama saat masih dalam masa pertumbuhan.

Editor : Candra Mega Sari
#Gen Z #makanan cepat saji #dampak buruk kesehatan #fast food