Gangguan penglihatan ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di belakangnya. Meskipun mata plus sering dikaitkan dengan tanda penuaan, tidak semua kasus mata plus disebabkan oleh penuaan.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh bola mata yang terlalu pendek atau bentuk kornea atau lensa yang tidak normal. Selain itu, ada faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko menderita mata plus, sebagaimana dilansir dari laman alodokter.com, yakni:
- Memiliki orang tua yang menderita mata plus
- Berusia di atas 40 tahun
- Menderita diabetes
- Memiliki kelainan pada mata, seperti sindrom mata kecil (microphthalmia) dan kelainan iris mata (aniridia)
- Memiliki tumor di sekitar mata
Tak hanya itu, seorang wanita yang memiliki kebiasaan merokok selama hamil juga dapat meningkatkan risiko anaknya mengalami mata plus kelak.
Dilansir dari laman klikdokter.com, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati mata plus, antara lain:
1. Pakai Kacamata atau Lensa Kontak
Kacamata dan lensa kontak adalah cara umum untuk mengatasi rabun dekat (hipermetropi) yang disarankan oleh dokter mata. Alat ini membantu melihat lebih jelas dengan memperbaiki cara mata memusatkan cahaya di retina. Dokter akan memeriksa tingkat rabun dekat dan meresepkan ukuran lensa yang tepat.
2. Asupan Vitamin
Nutrisi dan vitamin penting untuk kesehatan mata. Banyak vitamin dapat mengurangi risiko masalah kesehatan mata yang lebih serius. Beberapa vitamin baik untuk mata adalah:
- Vitamin A yang penting untuk sel penangkap cahaya, bisa ditemukan di wortel, bayam, dan kentang.
- Lutein dan zeaxanthin yang melindungi mata dari kerusakan akibat blue light dan sinar UV, banyak terdapat dalam sayuran hijau.
- Vitamin C yang memberikan antioksidan pada cairan mata, bisa ditemukan di jeruk, jambu, dan paprika.
- Vitamin E yang melawan radikal bebas, terdapat pada kacang-kacangan, biji bunga matahari, dan minyak nabati.
- Asam lemak esensial penting untuk kesehatan retina, bisa didapat dari suplemen minyak ikan.
3. Istirahatkan Mata
Aktivitas yang menggunakan mata seperti melihat komputer atau membaca dapat membuat mata tegang dan lelah. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit berhenti dan lihat sesuatu yang berjarak 20 kaki selama 20 detik. Jaga tubuh tetap terhidrasi dan minum teh hijau, yang mengandung katekin sebagai antioksidan.
4. Lasik
Lasik adalah prosedur bedah mata untuk memperbaiki penglihatan dengan menggunakan laser. Prosedur ini cepat, sekitar 15 menit, dan dokter akan membuat flap di kornea, lalu menggunakan laser untuk mengikis jaringan. Pemulihan cepat dan ketidaknyamanan jarang terjadi, tapi ada risiko efek samping seperti mata kering dan sensitivitas terhadap cahaya.
5. Photorefractive Keratectomy (PRK)
PRK adalah prosedur bedah mata dengan laser. Dokter akan mengangkat epitelium kornea dan menggunakan laser untuk mengikis jaringan. Studi menunjukkan hasil baik untuk PRK, dengan risiko rabun dekat terulang yang rendah. Namun, ada risiko efek samping seperti bekas luka dan penglihatan kabur.
6. Refractive Lens Exchange (RLE)
Refractive lens exchange (RLE) mengganti lensa alami dengan lensa buatan untuk memperbaiki penglihatan. RLE biasanya disarankan untuk pasien yang tidak bisa menjalani LASIK atau PRK karena tingkat rabun dekat yang parah. Efek samping bisa termasuk perdarahan, infeksi, dan peningkatan tekanan di mata.
Pengobatan mata yang paling efektif adalah dengan operasi. Menurut Cleveland Clinic, rabun dekat bisa kambuh setelah beberapa tahun meskipun sudah dioperasi. Oleh karena itu, periksa mata secara rutin ke dokter untuk menjaga kesehatan. Perawatan mata dengan arahan dokter spesialis penting agar kesehatan mata terjaga.
Editor : Candra Mega Sari