JP Bogor - Miskomunikasi dapat merusak suatu hubungan, baik itu dalam bisnis, rekan kerja, pasangan, keluarga, bahkan dengan tetangga. Miskomunikasi menyebabkan kesalahpahaman (miskonsepsi) yang dapat menimbulkan dampak lebih besar yaitu pertengkaran.
Saat Anda berbicara dengan orang lain, ada kemungkinan besar mereka mendengar pernyataan dengan cara berbeda tergantung pada sudut pandangnya. Persepsi orang lain dapat menafsirkan berbagai maksud dalam perkataan Anda, dan dapat berujung konflik apabila tidak segera diluruskan.
Tidak ada pihak yang benar pada situasi miskonsepsi. Sebagai orang yang sedang berbicara Anda memiliki tanggungjawab untuk memastikan orang lain menerima pesan dan maksud dalam percakapan Anda dengan jelas. Sementara itu, sebagai pendengar Anda bertanggungjawab untuk benar-benar memahami apa yang dikatakan lawan bicara Anda. Apabila ada sesuatu yang kurang jelas, pendengar dapat bertanya dan meminta klarifikasi.
Mungkin Anda merasa enggan menjelaskan secara rinci maksud perkataan Anda kemarin, namun ini penting untuk menyelesaikan pertengkaran. Terlebih lagi salah paham bisa terjadi hanya karena satu kata atau gerakan tubuh Anda pada saat menyampaikannya. Walaupun perkataan Anda benar, Anda tetap perlu memastikan apa yang diterima orang lain dan mengoreksinya.
Dikutip dari advancedbusinessabilities.com, berikut beberapa langkah yang bisa membantu Anda untuk mendinginkan situasi dan menyelesaikan kesalahpahaman.
1. Mengajak untuk Berdiskusi
Anda bisa mulai dengan meminta izin kepada lawan bicara untuk membahas situasi ini. Dengan meminta izin terlebih dahulu, Anda memberikan ruang kepada mereka dan menghargai pilihan lawan bicara untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif.
2. Mengajukan Pertanyaan
Selanjutnya Anda bisa meminta mereka menyampaikan kembali apa yang mereka tangkap, serta menjelaskan pandangan mereka tentang pesan di dalam perkataan Anda. Selalu ingat untuk mengakui perspektif orang lain, meskipun apa yang mereka katakan berbeda dari sudut pandang Anda. Cara ini dilakukan untuk memastikan apa yang sebenarnya mereka maksud dan bagaimana mereka menafsirkan perkataan Anda. Jangan membuat diskusi menjadi ajang bagi Anda untuk membuktikan bahwa Anda benar dan mereka salah, jika hal ini terjadi, maka diskusi akan gagal sejak awal.
3. Temukan Sumber Kesalahpahaman
Setelah mendengar perspektif dari lawan bicara, Anda dapat menemukan titik utama dari kesalahpahaman. Mungkin itu hanya satu kata, kalimat, atau mungkin gestur Anda yang disalahartikan. Anda bisa memulai dengan meluruskan kesalahpahaman dengan beberapa kalimat berikut ini:
“Bisa tolong ulangi apa yang kamu dengar dariku agar kita sepemahaman?”
“Bisakah saya mencoba menjelaskannya kepadamu dengan cara yang berbeda?”
“Aku tidak bermaksud mengatakan ….., yang sebenarnya kumaksud adalah…”
“Sebagai klarifikasi, maksud saya adalah…”
Anda juga bisa menambahkan motivasi atau motif dari perkataan Anda agar lebih jelas untuk lawan bicara. Apabila Anda sudah bisa menemukan permasalahannya, maka suasana akan berubah menjadi lega.
4. Pastikan Kesepahaman Tercapai dan Emosi Teratasi
Miskomunikasi akan berujung pada kesalahpahaman yang memicu emosi. Apabila emosi sudah bisa diredam maka ini bisa menjadi tanda bahwa kesepahaman mulai tercapai. Ingat jangan terburu-buru untuk menyimpulkannya, amati apakah masih ada emosi yang tertinggal pada lawan bicara Anda. jika masih ada, tanyakan lebih lanjut untuk menyelesaikannya sampai tuntas.
5. Konfirmasi Pemahaman
Terakhir, konfirmasi dan akui secara bersama bahwa kalian berdua sudah memiliki pemahaman yang sama.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah